Menuju konten utama

Nonton Tick, Tick... Boom! Sub Indo: Sinopsis Film Andrew Garfield

Nonton Film Tick, Tick... Boom! (2021) Sub Indonesia, berikut adalah sinopsis lengkap dengan link streaming di Netflix.

Nonton Tick, Tick... Boom! Sub Indo: Sinopsis Film Andrew Garfield
Ilustrasi streaming video. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Nonton film Tick, Tick... Boom! (2021) dengan Sub Indonesia di platform streaming Netflix.

Tick, Tick... Boom! adalah biografi musikal dan drama asal Amerika yang tayang perdana di Festival Film Dunia AFI Fest pada 10 November 2021. Hingga akhirnya film yang diproduseri oleh Brian Grazer dan Ron Howard ini resmi dirilis di Netflix pada 19 November 2021.

Film ini disutradarai oleh Lin-Manuel Miranda dengan naskah skenario yang ditulis Steven Levenson berdasarkan drama musikal panggung dengan judul yang sama karya Jonathan Larson.

Film Tick, Tick... Boom! dibintangi oleh Andrew Garfield, Alexadra Shipp, Robin de Jesus, Joshua Henry, Judith Light, Vanessa Hudgens. Film ini diproduksi dari Imagine Entertainment, 5000 Broadway Production, dan didistribusikan oleh Netflix.

Film yang berdurasi 1 jam 55 menit ini masuk dalam dua nominasi Oscar 2022 untuk kategori Best Film Editing dan Best Actor in Leading Role untuk Andrew Garfield.

Film ini mengisahkan tentang seorang komposer bernama Jonathan Larson (Andrew Garfield) yang bercita-cita tinggi untuk menjadi komposer terkenal dan menciptakan panggung musikal yang hebat.

Mengutip dari situs film IMDb, Tick, Tick... Boom! (2021) mendapatkan rating 7.6 dari 10. Sementara itu, skornya adalah 88 persen dari kritikus dan 96 persen dari audiens Rotten Tomatoes.

Nonton Film Tick, Tick... Boom! (2021) Sub Indo: Ini Sinopsisnya

Jonatan Larson bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran yang bernama Moondance Diner. Pria yang hampir menginjak usia 30 tahun tersebut secang mengalami dilema yang besar. Ia bercita-cita menjadi komposer yang terkenal, namun minder dan tidak yakin dengan jalan yang ia ambil.

Larson merasa belum berhasil menembus dunia teater seperti seniman panutannya, Stephen Sondheim (Bradley Whitford) yang sukses menembus panggung teater di usia 27 tahun.

Kemudian, Larson menyiapkan lagu Superbia sebagai karya terakhirnya. Apabila karya tersebut tidak berhasil melambungkan namanya, ia akan menyerah dan akan menjalani hidup baru. Oleh sebab itu, lagu Superbia dipersiapkan habis-habisan olehnya.

Bahkan, ia mengesampingkan pacarnya, Susan Wilson (Alexandra Shipp), dan sahabatnya Michael (Robin de Jesus), serta hal-hal yang tidak berhubungan dengan musikalnya. Larson merasa ini adalah kesempatan terakhirnya dan ia harus menyiapkan dengan sebaik mungkin.

Dalam penggarapan lagu Superbia, membutuhkan dana yang besar. Uang hasil kerjanya di Moondance Diner tidak cukup untuk membayar penggarapan lagu tersebut. Oleh sebab itu, Larson menerima tawaran dari Michael untuk bekerja di kantor periklanan tempatnya bekerja.

Terdapat masalah lain yang muncul, Larson mendapatkan tekanan dari Susan. Sebelumnya Susan pernah bercerita bahwa ia mendapatkan tawaran pekerjaan menjadi tutor tari di Berkshires. Ia menginginkan Larson untuk memulai hidup baru bersamanya di sana.

Karena kesibukannya, Larson masih belum memutuskan dan memang tidak bisa menerima tawaran tersebut. Ia harus tetap di New york dan menyelesaikan proyek milikinya. Hingga akhirnya Susan pergi tanpa Larson.

Setelah Susan pergi, Larson masih belum menemukan inspirasi. Ia juga mendapat kabar duka terus menerus. Pada saat itu, virus HIV sedang marak dan banya korban yang berjatuhan, termasuk teman-teman Larson. Hal itu membuat hati Larson menjadi hancur.

Lantas, apakah Jonathan Larson dapat menyelesaikan proyek musikalnya? Akankah ia bisa menjadi komposer terkenal seperti idolanya? Saksikan kisah selengkapnya dalam film Tick, Tick... Boom! (2021) hanya di Netflix.

Link Nonton Film Tick, Tick... Boom! (2021) di Netflix

Nonton Flm Tick, Tick... Boom! (2021) Sub Indo

Baca juga artikel terkait FILM NETFLIX atau tulisan lainnya dari Yunita Dewi

tirto.id - Film
Kontributor: Yunita Dewi
Penulis: Yunita Dewi
Editor: Yulaika Ramadhani