tirto.id - Program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuai apresiasi dari DPRD DKI karena dinilai memberi dampak sosial sekaligus mendorong pergerakan ekonomi lokal.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mengatakan, program tersebut tidak hanya membantu meringankan biaya perjalanan warga, tetapi juga meningkatkan konsumsi di daerah tujuan mudik.
“Ini upaya yang sangat baik,” ujar Wibi usai menghadiri pelepasan belasan ribu peserta Program Mudik Gratis 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).
Ia menilai, peningkatan jumlah peserta tahun ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus bukti program tersebut dirasakan manfaatnya. Menurutnya, arus mudik mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di kampung halaman. Perputaran uang selama periode mudik mampu menggerakkan ekonomi lokal. Khususnya sektor informal dan usaha kecil menengah.
"Dengan warga kembali ke kampung halaman, kami berharap ekonomi daerah ikut bergerak," ucap Wibi.
Selain dampak ekonomi, ia juga menyoroti aspek inklusivitas Program Mudik Gratis tahun ini. Terdapat satu bus secara khusus untuk para penyandang disabilitas sebagai wujud komitmen dalam memberikan layanan yang setara bagi seluruh golongan masyarakat.
“Ada bus khusus untuk penyandang disabilitas. Ini langkah inklusif dan humanis dari Pemprov,” ujarnya.
Wibi berharap pelaksanaan mudik berjalan lancar dengan dukungan armada yang laik jalan, pengemudi yang prima, serta kedisiplinan peserta demi menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan program Mudik Gratis merupakan komitmen pemerintah menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Mengusung tema “Mudik Gratis dari Jakarta untuk Keluarga”, program ini diharapkan tidak hanya memfasilitasi perjalanan, tetapi juga mempererat hubungan keluarga.
“Bukan sekadar pulang, tetapi juga merawat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan,” kata Pramono.
Dalam pemberitaan sebelumya, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, meminta Dinas Perhubungan memastikan seluruh armada dalam kondisi prima sebelum digunakan. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan teknis kendaraan dan kesiapan pengemudi guna meminimalkan risiko kecelakaan selama arus mudik.
Menurutnya kecelakaan di jalan dipengaruhi dua faktor, yakni kondisi manusia dan kendaraan. Para pengemudi angkutan mudik sebaiknya dalam kondisi fisik prima serta mematuhi aturan keselamatan berkendara. Sedangkan kendaraan harus melalui pengecekan rutin agar tidak mengalami gangguan teknis selama perjalanan.
“Kita berharap perjalanan mudik ini aman dan tidak terjadi kecelakaan,” ujar Khoirudin.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id





























