Menuju konten utama

Mubes Warga NU Akan Fokus Bahas Nasib Warga Nahdliyin

Penyelenggara menegaskan Mubes Warga NU tak diarahkan untuk mendukung atau menolak kandidat ketua umum tertentu.

Mubes Warga NU Akan Fokus Bahas Nasib Warga Nahdliyin
Kantor PBNU, Jakarta Pusat. FOTO/nu.or.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU 2026 akan digelar pada Jumat (28/8/2028) di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang.

Forum ini dijanjikan tidak akan menyentuh persoalan perebutan kursi ketua umum, melainkan secara khusus digelar untuk memperluas ruang partisipasi nahdliyin. NU mengungkap akan lebih fokus merumuskan nasib dan masa depan 140 juta warganya.

Sederet tokoh besar dijadwalkan akan mengisi forum kultural ini. Di antaranya adalah KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus), Nyai Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Prof. Mahfud MD, KH. dr. Umar Wahid, KH. Lukman Hakim Saifuddin, dan Ning Alissa Wahid.

Pihak penyelenggara menegaskan Mubes Warga NU ini bukanlah mekanisme formal untuk menggantikan struktur Muktamar. Begitu pula tidak diarahkan untuk mendukung atau menolak kandidat ketua umum tertentu.

Dari keterangan tertulis dari penyelenggara, Mubes Warga NU dinyatakan akan membahas apa yang hendak dibangun pada abad kedua NU dan untuk siapa kebesaran NU diabdikan.

Partisipasi juga dibuka luas untuk beragam pihak, mulai dari kiai, nyai, pengasuh pesantren, akademisi, profesional, pelaku ekonomi, aktivis, seniman, hingga kelompok rentan yang memiliki pengalaman langsung atas berbagai persoalan di akar rumput.

Pembahasan Mubes Warga NU akan dilakukan melalui sesi pleno dan diskusi kelompok dengan fokus pada isu fundamental mulai dari kemandirian NU, demokrasi, hingga integritas tata kelola organisasi

Selain itu, agenda konkret yang bersentuhan langsung dengan warga, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan perempuan dan anak, akan turut menjadi bahasan.

Mubes ini diharapkan mampu menelurkan “Deklarasi Warga NU untuk Abad Kedua”. Deklarasi tersebut nantinya akan menjadi rumusan rekomendasi yang diserahkan kepada Muktamar ke-35 dan kepengurusan PBNU periode selanjutnya.

Baca juga artikel terkait NAHDLATUL ULAMA atau tulisan lainnya dari Khizbulloh Huda

tirto.id - Flash News
Reporter: Khizbulloh Huda
Penulis: Khizbulloh Huda
Editor: Fadrik Aziz Firdausi