tirto.id - Monalisa (26) tak patah arang saat banjir mengepung rumahnya di Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Selasa (25/11/2025).
Meski seorang diri dan dalam kondisi sedang mengandung, ia menghadapi derasnya air. Ia bersama sang anak selamat dari terjangan banjir.
"Hampir terseret arus, apalagi hamil, kan, jadi tidak bisa berbuat apa-apa karena air sudah sampai sepinggang," kata Monalisa di lokasi pengungsian di Gedung Serba Guna, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Jumat (5/12/2025).
Saat berjibaku melawan derasnya arus, jemputan bantuan datang menghampiri dan membawanya ke lokasi pengungsian.
"Karena keadaan darurat ada datang mobil menjemput, karena dalam kondisi waspada, jadi ke sini pakai mobil," kata dia.
Meski sudah tiba di lokasi pengungsian, perjuangan Monalisa tidaklah berakhir. Dia harus segera beradaptasi dengan hiruk pikuk pengungsian yang ramai, berbaur, dan acap kali membawa penyakit menular karena terjadi percampuran dari berbagai kalangan.
Ia mengeluhkan ketiadaan toilet yang memadai untuk digunakan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Monalisa bercerita pengungsi terutama wanita harus berjalan hingga satu kilometer untuk bisa mengakses air bersih untuk MCK.
"Terkadang kami membayar RP 5 ribu supaya bisa dapat jasa becak motor untuk mengantar kami ke SMAN 1 Matauli Pandan," jelasnya.
Sebagai pengungsi, Monalisa berharap dirinya dapat melahirkan anak keduanya secara layak dan memadai. Dia bercerita telah ada pengungsi lain yang melahirkan anak dan mendapat perawatan layak di rumah sakit.
"Tinggal di sini lebih baik karena terus terpantau tim medis, kalau di sana (rumah), kan, enggak ada," ujarnya.
Saat ini Monalisa tengah menantikan kedatangan suaminya yang masih bekerja sebagai pelayar dan sanak kerabatnya yang berasal dari Mandailing Natal. Suaminya mengalami kesulitan untuk datang menjenguk ke Tapanuli Tengah karena putusnya jalur transportasi akibat banjir dan tanah longsor.
Dalam data hari perkiraan lahir, anak keduanya akan lahir pada 20 Desember 2025. Di hari tersebut, Monalisa berharap tidak ada kendala dalam proses persalinannya. Dia juga berharap suami dan sanak kerabatnya dapat berkumpul menunggu sang jabang bayi.
"Suami akan pulang 10 hari lagi, akses dari Mandailing Natal masih terputus jadi belum ada kepastian untuk datang membantu," ujarnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































