tirto.id - Boneka unta menjadi salah satu buah tangan favorit bagi jemaah haji Indonesia saat pulang ke Tanah Air. Bentuknya beragam, mulai dari yang paling kecil untuk gantungan kunci, boneka dengan aneka ukuran, hingga unta dengan penunggang yang saat dipencet tombol "on" bisa berjalan sambil bertalbiyah "labbaik allahuma labbaik."
Bentuknya yang unik serta identik dengan hewan khas Timur Tengah, membuat replika unta banyak diburu oleh jemaah haji Indonesia. Dua di antaranya adalah Katiyo Kadiman dan Samsul Azhar. Jemaah dari kelompok terbang (kloter) KNO 02 ini dijadwalkan pulang ke Indonesia pada Selasa malam (2/6/2026).
Dua jemaah haji asal Embarkasi Medan tersebut terpantau memborong boneka unta untuk sang cucu. Bedanya, Samsul membawa unta-unta tersebut pakai tas belanja, sementara Katiyo dikalungkan di leher.

Saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Sektor 6 wilayah Jarwal, Makkah, Samsul mengatakan, semua jemaah haji pasti mrmbawa oleh-oleh khas Arab Saudi, seperti kurma, hingga minyak wangi.
"Tak lupa juga ibu-ibu simbol untanya. Apalagi sudah punya cucu, mungkin nanti untanya dilakungkan di leher," kata Samsul sambul menunjukkan sejumlah boneka unta yang ditaruh di dua tas belanja.
Samsul dan istrinya membeli empat unta ukuran besar untuk oleh-oleh cucu dan ponakan. Tiga dibawa pakai godebag, satu lagi ditaruh di koper. Selain itu, Samsul mengaku juga bawa oleh-oleh air zamzam, sajadah, cokelat, hingga kurma.
Samsul juga memohon maaf kalau oleh-oleh yang dibawanya akhirnya melebihi kapasitas koper kabin yang dibatasi hanya 7 kg.
"Mohon dimaafkan karena tidak mungkin kami pulang haji tanpa bawa oleh-oleh ini," kata Samsul.
Cerita yang sama juga diungkapkan Katiyo. Ia beralasan, memilih oleh-oleh boneka unta untuk cucunya karena unik, khas Arab.
"Di sana [Indonesia] tidak ada. Kalaupun ada, jauh lah. Ini khas Arab," kata dia saat ditemui di Jarwal, sebelum naik bus ke Jeddah.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































