






tirto.id -
Lempar jumrah merupakan salah satu ritual haji yang wajib dilakukan oleh jamaah haji. Ia akan melempar tujuh batu kecil atau kerikil yang telah disiapkan ke tiang yang ada di jamarat.
Ada tiga tiang atau pilar di jamarat yang lokasinya di wilayah Mina, yaitu: jumrah ula, jumrah wustha, dan jumrah aqabah.
Pada 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, jemaah haji akan melontar jumrah aqabah. Pada momen ini, jemaah hanya akan melontar tujuh kerikil di tiang jamarat yang khusus aqabah.
Sementara pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, jemaah akan melontar jumrah di tiga lokasi. Masing-masing tujuh batu atau kerikil, sehingga dalam sehari ada 21 kerikil yang dilontarkan. Urutannya dari ula, wustha, lalu aqabah.
Bagi jemaah haji yang mengambil nafar awal, akan melontar pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah, sedangkan bagi jemaah haji yang nafar tsani, akan melontar jumrah hingga 13 Dzulhijjah.
Di sisi lain, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melarang jemaah haji Indonesia melempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Sebab, cuaca sangat panas serta kondisi jamarat yang sangat padat.
"Seluruh jemaah haji agar mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan bahwa pukul 10.00 pagi ini hingga pukul 14.00 untuk tidak bergerak keluar tenda," kata Ketua PPIH Arab Saudi, Ian Heryawan, dalam keterangan video yang diterima Tim Media Center Haji, Rabu (27/5/2026).
Ian mengatakan, larangan tersebut datang dari Kementerian Haji Arab Saudi. Menurut dia, larangan ini untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh jemaah haji, khususnya Indonesia.
"Kami memerintahkan kepada seluruh jajaran petugas yang ada di lapangan untuk melaksanakan instruksi ini dengan sebaik-baiknya," kata pensiunan jenderal bintang tiga TNI AL tersebut.
Dengan adanya instruksi ini, jemaah haji Indonesia harus tetap berada di dalam tenda dan mengikuti dengan ketat rencana pergerakan kerumunan yang telah disetujui, dengan pengawasan langsung oleh misi haji dan penyedia layanan untuk memastikan keselamatan mereka.
"Kepatuhan akan dipantau dan dievaluasi secara ketat," kata Ian.
Penulis: Abdul Aziz
Foto: Abdul Aziz/MCH 2026
Masuk tirto.id




























