Menuju konten utama

Michael Bambang Hartono akan Dimakamkan di Rembang 25 Maret 2026

Jenazah Michael Bambang Hartono akan disemayamkan di Jakarta dan Kudus sebelum dikebumikan di Rembang.

Michael Bambang Hartono akan Dimakamkan di Rembang 25 Maret 2026
Michael Bambang Hartono, kelahiran 2 Oktober 1941, saat ikut seagai salah satu atlet cabang bridge dan merupakan atlet paling senior dalam kontingen Indonesia di Asian Games 2018. (Foto Atman Ahdiat)

tirto.id - Dunia bisnis dan olahraga Indonesia berduka atas berpulangnya Michael Bambang Hartono di Singapura, Kamis (19/3/2026). Media Relations Djarum mengonfirmasi bahwa tokoh pembina bulu tangkis nasional tersebut akan melalui prosesi persemayaman di Jakarta dan Kudus, sebelum akhirnya dikebumikan di makam keluarga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Michael Hartono akan disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Jakarta pada Jumat (20/3/2026) hingga Minggu (22/3/2026). Selanjutnya, akan diberangkatkan ke Kudus, Jawa Tengah untuk disemayamkan di GOR Jati Kudus pada Minggu hingga Rabu (25/3/2026). Jenazah selanjutnya akan dikebumikan di Makam Keluarga di Godo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada 25 Maret 2026.

“Jam [dikebumikannya jenazah Michael Bambang Hartono] menyusul,” tulis Media Relations Djarum, Kamis (19/3/2026).

Michael Bambang Hartono Sang Arsitek Pembinaan Bulu Tangkis Indonesia

Michael Bambang Hartono adalah salah satu tokoh penting dalam pembinaan olahraga bulu tangkis Indonesia. Ia menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kesinambungan prestasi bulu tangkis Indonesia melalui sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, Michael berperan besar dalam mengembangkan PB Djarum yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah, menjadi salah satu pusat pembinaan bulu tangkis paling konsisten di tanah air.

Di bawah dukungannya, PB Djarum menerapkan sistem seleksi berjenjang melalui audisi nasional yang rutin digelar setiap tahun.

Program tersebut membuka kesempatan bagi talenta muda dari berbagai daerah untuk mendapatkan pelatihan profesional dengan fasilitas berstandar internasional.

Dari sistem pembinaan tersebut lahir sejumlah atlet yang kemudian menjadi tulang punggung Indonesia di panggung dunia, di antaranya Liliyana Natsir yang meraih medali emas Olimpiade, serta Kevin Sanjaya Sukamuljo yang pernah menduduki peringkat satu dunia di sektor ganda putra.

Keberhasilan pembinaan ini turut menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia, termasuk di ajang bergengsi seperti All England dan berbagai turnamen internasional lainnya.

Selain program pencarian bakat, investasi dalam pembangunan fasilitas pelatihan modern di Kudus menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas atlet. Kontribusi Michael dalam bulu tangkis tidak hanya terbatas pada dukungan finansial, tetapi juga dalam menjaga ekosistem olahraga dari level usia dini hingga elite.

Sistem yang dibangun dinilai mampu memastikan regenerasi atlet tetap berjalan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Kiprah Michael Bambang Hartono sebagai Atlet Bridge

Di sisi lain, Michael juga memiliki peran di olahraga bridge. Michael merupakan atlet bridge dan turut membela Indonesia di level internasional.

Michael memenangi medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 2008, 2009, dan 2010. Ia kemudian tampil pada Asian Games 2018 dan turut berandil memenangi medali perunggu.

Berkat sumbangsihnya dengan medali perunggu tersebut, Michael menjadi atlet Indonesia paling tua di Asian Games 2018. Ia juga mendapat medali Satyalancana Dharma Olahraga dari Presiden Joko Widodo pada 2020.

Baca juga artikel terkait TOKOH MENINGGAL atau tulisan lainnya dari Siti Fatimah

tirto.id - Flash News
Reporter: Siti Fatimah
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Hendra Friana