tirto.id -
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penyelesaian jaringan irigasi. Hal ini dia sampaikan saat mengunjungi lokasi Bendungan Tanju, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (23/9/2025).
Dody berencana memaksimalkan Bendungan Tanju untuk mendukung suplai air irigasi pertanian.
“Tugas saya sederhana, mengalirkan air hingga ke sawah. Apapun yang ditanam masyarakat, apakah padi, jagung, atau bawang, kuncinya ada pada ketersediaan air. Karena itu, saya membentuk tim teknis terpadu yang akan turun langsung mencari solusi komprehensif agar bendungan ini berfungsi optimal,” ucap Dody dalam pernyataan resminya.
Bendungan Tanju selesai dibangun pada 2017 dan mulai beroperasi pada 2018. Bendungan ini memiliki kapasitas tampang 17,86 juta meter kubik dan luas genangan hingga 324,20 hektare.
Bendungan Tanju dirancang untuk mengairi Daerah Irigasi Tanju yang memiliki luas 2.242 hektare. Bendungan ini difungsikan untuk memperkuat sistem Rababaka Komplek yang menopang ketahanan pangan di wilayah Dompu dan Bima.
Dody menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat amat diperlukan dalam mempercepat penyelesaian saluran irigasi.
“Saya sudah berdiskusi dengan petani dan kepala desa. Mereka sudah berkorban tanahnya untuk pembangunan bendungan ini, dan sekarang saatnya mereka merasakan manfaatnya," tutur Dody.
Ia menegaskan agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama dalam mendapatkan saluran irigasi ini. Sebab, dengan adanya kontinuitas suplai air dari Bendungan Tanju, para petani diharapkan dapat menanam 2-3 kali setahun.
Hal ini akan meningkatkan produktivitas pertanian di Dompu yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung dan beras di NTB.
Penulis: Antara
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id

































