Menuju konten utama

Menteri PU Bantah Mutasi Pegawai karena Surat Dinas ke AS Bocor

Dody mengakui, mutasi pegawai memang terjadi di lingkungan Kementerian PU, tetapi menilai wajar bila Pegawai Negeri Sipil (PNS) dimutasi.

Menteri PU Bantah Mutasi Pegawai karena Surat Dinas ke AS Bocor
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menepis isu bahwa mutasi pegawai di lingkungan Kementerian PU berkaitan dengan bocornya surat perjalanan dinas dirinya ke New York, Amerika Serikat.

“Ah, enggak ada. Enggak ada itu mah,” ujar dia singkat kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Dody mengakui, mutasi memang terjadi di lingkungan Kementerian PU. Namun, bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), mutasi adalah hal biasa.

Dia menyebut, ada sekitar 38.600 pegawai yang berada di bawahnya. Belum lagi, sebagai menteri, dia juga memiliki hak untuk memindahkan pegawai Kementerian PU yang memang pantas untuk dimutasi.

“Mutasi, mutasi kan biasa aja. Orang pegawai gue 38.600, masa enggak boleh mutasi?” katanya.

“Enggak ada,” imbuhnya kembali menegaskan bahwa mutasi pegawai di lingkungan Kementerian PU ditengarai oleh isu kebocoran surat perjalanan dinas yang memuat nama dirinya dan sang istri.

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial yang menyebut sejumlah pegawai senior Kementerian PU dimutasi ke berbagai daerah. Kemudian, mutasi tersebut dikaitkan dengan polemik bocornya surat perjalanan dinas Menteri PU ke New York yang juga sempat menjadi sorotan publik.

Polemik itu berawal setelah dokumen daftar delegasi kunjungan kerja Kementerian PU ke New York, AS beredar luas di media sosial. Dokumen berupa Surat Sekretaris Jenderal Kementerian PU Nomor: HL04/T/Sj/2026/81 tertanggal 29 Juni 2026 itu memuat rombongan yang dijadwalkan menghadiri agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 13-19 Juli 2026, termasuk nama istri dan anak Dody. Dokumen itu viral di media sosial dan dikaitkan dengan keinginan menonton final Piala Dunia di Amerika Serikat.

Baca juga artikel terkait MUTASI JABATAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher