Menuju konten utama

Mensos dan Bupati Kepahiang Bahas Kesiapan Lahan Sekolah Rakyat

Gus Ipul meminta Pemkab Kepahiang mempercepat persiapan pembentukan sekolah rakyat dan memperkuat pengelolaan program PBI. 

Mensos dan Bupati Kepahiang Bahas Kesiapan Lahan Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menerima audiensi jajaran Pemerintahan Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (23/12/2025). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), bertemu dengan pejabat Pemerintah Kabupaten Kepahiang dalam forum audiensi di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta pada Selasa (23/12/2025).

Audiensi dengan petinggi pemkab dari Provinsi Bengkulu itu membahas penguatan program perlindungan sosial, khususnya kepesertaan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI), dan progres rencana pembentukan sekolah rakyat.

Pertemuan itu dihadiri oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos Joko Widiarto, Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Kepala Dinas Sosial Kepahiang Helmi Johan, Kepala Dinas PUPR Kepahiang Teddy Adeba, Kepala Bappeda Kepahiang M. Salihin, dan Kasubag Perencanaan Dinas PUPR Rizal Oktayudi.

Melalui forum itu, Gus Ipul menegaskan pentingnya pengelolaan program PBI secara tertib, terkoordinasi, serta benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.

“Ini harus langsung, tidak boleh lewat siapa pun. Itu harus dikoordinasikan dengan baik,” ujar Gus Ipul.

Dia juga meminta pemutakhiran data PBI dilakukan secara hati-hati dan jujur sesuai kondisi yang nyata di masyarakat. Hal ini agar tak ada masalah di level desa maupun kecemburuan sosial di tengah warga.

Masih di forum yang sama, Gus Ipul mendorong Pemkab Kepahiang berupaya mempercepat persiapan untuk pembentukan sekolah rakyat di daerah tersebut.

Terkait rencana ini, Pemkab Kepahiang telah mengusulkan lahan calon lokasi sekolah rakyat kepada Kemensos. Namun, masih ada masalah akses jalan menuju lokasi.

Gus Ipul menjelaskan pembentukan Sekolah Rakyat memerlukan kesiapan lahan dan akses yang memadai agar kegiatan pendidikan bisa berlangsung optimal.

Dia menambahkan, kehadiran Sekolah Rakyat berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di daerah. “Kalau Sekolah Rakyat dibangun, ada perputaran ekonomi di daerah. Bukan hanya sekolahnya, tapi dampaknya ke masyarakat sekitar,” kata Gus Ipul.

Saat ini, Provinsi Bengkulu baru memiliki dua sekolah rakyat rintisan, yakni Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Bengkulu di Sentra Dharma Guna Bengkulu dan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 14 Kaur di SMAN 11 Kaur. Maka itu, jumlahnya akan terus ditambah.

Menanggapi arahan Gus Ipul, Bupati Kepahiang Zurdi Nata menyatakan siap mengelola PBI dengan baik. Zurdi juga berjanji akan berupaya merealisasikan program sekolah rakyat di Kabupaten Kepahiang.

Hanya saja, dia berharap ada dukungan dari pemerintah pusat mengingat daerahnya masih mengalami keterbatasan anggaran.

“Kemampuan APBD kami terbatas, sehingga kami sangat berharap dukungan dan sinergi dari Kementerian Sosial,” ujar Zurdi.

Di akhir audiensi, Gus Ipul menegaskan Kemensos berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Pemkab Kepahiang dalam memastikan program perlindungan sosial serta sekolah rakyat bisa berjalan sesuai dengan kondisi maupun kebutuhan daerah.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis