Menuju konten utama

Menperin Prediksi Investasi Manufaktur Bisa Naik Dua Kali Lipat

Peningkatan dapat terjadi dalam 5 tahun ke depan lewat implementasi kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Menperin Prediksi Investasi Manufaktur Bisa Naik Dua Kali Lipat
Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat alat elektronik rumah tangga di PT. Selaras Citra Nusantara Perkasa (SCNP), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

tirto.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memperkirakan dalam lima tahun ke depan, investasi di sektor industri manufaktur dapat meningkat hingga dua kali lipat dibanding realisasi saat ini.

Menurutnya, peningkatan dapat terjadi karena implementasi kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), yang di dalamnya terdapat juga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Dengan efektivitas program-program P3DN, bahwa investasi di sektor industri manufaktur itu akan meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan,” ujar dia, dalam acara Business Matching Produk Dalam Negeri, di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025).

Karenanya, agar perkiraan tersebut tidak melenceng, Agus meminta seluruh kementerian dan lembaga, serta perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

“Kebijakan P3DN ini berhasil memastikan bahwa permintaan nasional, khususnya belanja pemerintah dan BUMN terserap melalui industri domestik, sehingga nilai tambahnya stay atau tetap berada di Indonesia. Tidak pindah ke negara lain nilai tambahnya,” tutur Agus.

Kementerian Perindustrian mencatat, pada triwulan III 2025 saja, sektor industri manufaktur atau industri pengolahan nonmigas (IPNM) berhasil menarik investasi, baik berupa penanaman modal asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), hingga Rp185,4 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 37,73 persen dari total investasi nasional–yang pada periode tersebut mencapai Rp491,4 triliun.

Dari sisi tenaga kerja, industri manufaktur berhasil menyerap tenaga kerja hingga 20,31 juta orang hingga Agustus 2025. Kemudian, industri manufaktur juga berhasil berkontribusi sebesar 17,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan III 2025.

“Utilisasi (industri manufaktur), angka hari ini 59,28 persen. Masih ada ruang untuk tumbuh. Sementara kalau kita lihat dari IKI (Indeks Kepercayaan Industri), yang terus-menerus pada angka yang sangat sehat, 53,45,” papar politikus Partai Golkar itu.

Meski begitu, dengan berbagai tantangan dari global dan dalam negeri, untuk mencapai peningkatan investasi dua kali lipat dalam lima tahun ke depan, diakui Agus bukan hal yang mudah.

“Yang dihadapi oleh perekonomian nasional termasuk manufaktur, tidak sederhana, semakin challenging. Di tengah-tengah berbagai tantangan yang berasal dari global maupun dari dalam negeri sendiri,” tutup Agus.

Baca juga artikel terkait SEKTOR MANUFAKTUR atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Alfons Yoshio Hartanto