Menuju konten utama

Menkomdigi Ungkap 97,8% Akses Komunikasi di Sumut Telah Pulih

Sebanyak 4.273 dari 4.368 atau 97,8 persen menara BTS di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara, telah kembali beroperasi.

Menkomdigi Ungkap 97,8% Akses Komunikasi di Sumut Telah Pulih
Foto udara dampak banjir bandang di Desa Sihaporas, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (2/12/2025). Berdasarkan data BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara hingga Senin (1/12) pukul 09:00 WIB sebanyak 283 jiwa yang tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias, sedangkan jumlah korban hilang tercatat sebanyak 173 jiwa. ANTARA FOTO/Muhammad Irsal/Lmo/rwa.

tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan akses komunikasi di wilayah terdampak banjir di Sumatra Utara (Sumut) hampir sepenuhnya pulih.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan sebanyak 4.273 dari 4.368 atau 97,8 persen menara BTS di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara, telah kembali beroperasi per Sabtu (13/12/2025). Meutya mengatakan masyarakat setempat sudah bisa berkomunikasi kembali dengan keluarganya.

"Dengan pemulihan mencapai 97,8 persen, masyarakat Sumatra Utara dapat kembali memperoleh informasi penting dan menghubungi keluarga," kata Menkomdigi, Meutya Hafid, saat menghadiri zikir akbar dan doa bersama warga terdampak banjir di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Sabtu (13/12/2025) dilansir dari Antara.

Meutya menyampaikan bahwa pemulihan jaringan menjadi kebutuhan mendesak dalam situasi bencana. Pemerintah, kata Meutya akan terus melakukan pemantauan layanan komunikasi di wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Dalam acara zikir akbar dan doa bersama tersebut, Meutya juga mengajak masyarakat untuk tetap saling peduli dan saling menguatkan. Kemkomdigi juga membagikan bantuan berupa beras, minyak goreng, dan biskuit kepada 1.500 warga Kecamatan Sunggal yang terdampak bencana banjir.

"Setiap ada ujian pasti ada kemudahan. Karena itu kita semua harus saling bantu dan saling mendoakan," kata Meutya.

Baca juga artikel terkait BENCANA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama