Menuju konten utama

Menko Polkam: Per Akhir Mei, Luas Karhutla Capai 81.077 Hektare

Djamari menjelaskan karhutla yang paling sulit untuk dipadamkan adalah karhutla yang melanda ekosistem gambut.

Menko Polkam: Per Akhir Mei, Luas Karhutla Capai 81.077 Hektare
Petugas pemadam berjibaku memadamkan kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (25/3/2026). ANTARA/Ogen
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menyebutkan sampai dengan akhir Mei 2026, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah mencapai 81.077 hektare.

“Adapun sampai dengan tanggal 31 Mei yang lalu, luas kebakaran hutan dan lahan nasional mencapai 81.077 hektare,” kata Djamari dalam Rapat Koordinasi Khusus Pengendalian Karhutla Tahun 2026 di kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, dikutip Tirto dari siaran pers resmi Kemenko Polkam, Jumat (19/6/2026).

Djamari menjelaskan karhutla yang paling sulit untuk dipadamkan adalah karhutla yang melanda ekosistem gambut.

Selain itu, kondisi yang memperparah karhulta di Indonesia adalah tingkat kesiapsiagaan antar daerah masih belum merata dan kapasitas sarana serta prasarana pengendalian karhutla masih belum mumpuni.

“Ketiga, deteksi dini dan pelaporan kejadian kebakaran masih memerlukan penguatan. Dan keempat, penegakan hukum terus ditingkatkan, harus memberikan efek jera terhadap pelaku pembakar hutan dan lahan,” tegasnya.

Oleh karenanya, Djamari menekankan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla sangat ditentukan oleh kesiapsiagaan sebelum musim kemarau datang, bukan semata-mata memadamkan api saat kebakaran hutan.

Presiden Prabowo Subianto juga disebutnya telah menekankan pentingnya penegakan hukum secara tegas terhadap tiap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Rapat koordinasi kali ini memiliki arti yang penting, karena diselenggarakan pada saat Indonesia memasuki periode musim kemarau, yang berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino serta meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah rawan di negeri kita,” tuturnya.

Djamari turut mengungkapkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyebutkan bahwa fenomena cuaca El Nino akan mulai melanda Indonesia pada pekan ketiga bulan Juni 2026 ini.

“Dan ini memerlukan kesiapan yang sama-sama kita lakukan lebih keras untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi