Menuju konten utama

Menko Airlangga Berencana Evaluasi Anggaran Subsidi BBM

Airlangga Hartarto berencana mengalibrasi anggaran subsidi BBM akibat memanasnya konflik geopolitik Iran dengan Israel.

Menko Airlangga Berencana Evaluasi Anggaran Subsidi BBM
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (9/6/2023). ANTARA FOTO/Aqila Budiati/app/YU

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut akan mengalibrasi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) akibat memanasnya konflik geopolitik Iran dengan Israel yang berimbas ke harga minyak dunia. Hal ini disampaikannya dalam acara Halal Bihalal di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/4/2024).

"Kita juga dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam negeri terutama tertentu terkait dengan subsidi. Kita harus mengalibrasi lagi anggaran yang digunakan dan tentunya kita berharap bahwa di tahun ini kita bisa menjaga pertumbuhan ekonomi," kata Airlangga.

Dia memperkirakan akan mengevaluasi anggaran subsidi BBM seiring dengan tingkat eskalasi yang berefek pada harga minyak dunia.

"Kita melihat satu, dua bulan situasi seperti apa, jadi kalau tidak ada eskalasi kita harap harga minyak bisa flatten, tetapi kalau ada eskalasi tentu berbeda," ucapnya.

Menurut dia, Indonesia saat ini dihadapkan dengan adanya global shock dari konflik Israel dengan Palestina, juga ditambah dengan konflik geopolitik akhir-akhir ini.

Pemerintah berupaya menjaga tingkat inflasi hingga tingkat suku bunga. Di situasi saat ini, menurutnya, interest rate global perlu dicermati, harga minyak terus melambung, dan juga harga logistik yang kian tinggi.

"Kita melihat Amerika, pertumbuhan ekonomi baik, kemudian inflasi relatif sudah lebih baik walaupun tidak serendah yang diprediksi, sehingga banyak termasuk World Bank memperkirakan dolas AS bakal higher for longer," ujar Airlangga.

Airlangga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah melakukan reformasi struktural untuk menjaga perekonomian.

"Saya yakin dengan hal-hal ini menjadi priority kita bersama dalam satu, dua bulan ke depan, karena ini menjadi kunci di tahun akhir daripada pemerintahan presiden daripada Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma'ruf Amin," tutur dia.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkirakan peningkatan konflik geopolitik Iran dengan Israel pada akhir pekan kemarin memberi dampak terhadap kondisi perekonomian global, termasuk berefek pada harga minyak dunia.

Harga minyak mentah global masih berfluktuasi. Pada perdagangan kemarin, 15 April 2024, harga minyak mentah jenis Brent melemah 0,18 persen (dtd) ke level 90,29 dolar AS per barel, jauh lebih tinggi jika dibandingkan posisi 1 Januari 2024 sebesar 77,4 dolar AS per barel, dan minyak mentah jenis WTI turun 0,28 persen ke level 85,42 dolar AS per barel, lebih tinggi dibandingkan posisi 1 Januari 2024 sebesar 71,65 dolar AS per barel.

Baca juga artikel terkait SUBSIDI BBM atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Anggun P Situmorang