tirto.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti), Brian Yuliarto, meminta seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) untuk melakukan peninjauan ulang terhadap penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi calon mahasiswa baru (camaba). Langkah ini diambil guna memastikan negara hadir memberikan solusi bagi camaba yang dinyatakan lulus seleksi namun terkendala masalah ekonomi untuk mendaftar ulang.
"Apabila terdapat calon mahasiswa yang tidak melanjutkan studi karena kendala ekonomi, kami ingin memastikan negara hadir memberikan solusi," ujar Brian dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Menurut Brian penelusuran itu penting dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai faktor yang memengaruhi keputusan calon mahasiswa tidak melanjutkan proses registrasi.
Dia kemudian mencontohkan sejumlah kampus yang telah melakukan penyesuaian kelompok UKT sesuai kondisi ekonomi mahasiswa, penyediaan beasiswa yang didanai oleh perguruan tinggi, dukungan beasiswa dari alumni dan mitra, hingga program work scholarship yang membantu mahasiswa memperoleh bantuan biaya pendidikan sekaligus pengalaman kerja.
"Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan tinggi, termasuk pada program studi kedokteran, tetap terbuka bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu," katanya.
Brian bilang, Kemdiktisaintek mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang turut memperluas akses pendidikan tinggi melalui penyediaan program beasiswa, seperti di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kalimantan Timur.
"Langkah penelusuran ini juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru," ujar Brian.
Untuk diketahui, Sebelumnya, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) memaparkan data pelaksanaan penerimaan mahasiswa tahun 2025.
Dari total daya tampung awal sebanyak 627.957 kursi melalui jalur SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri. Adapun itu, sebanyak 60.131 calon mahasiswa tercatat tidak melakukan daftar ulang.
Panitia SNPMB menjelaskan angka tersebut merupakan akumulasi dari seluruh jalur penerimaan pada 2025, bukan hanya berasal dari satu jalur seleksi.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































