STOP PRESS! Hasil Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh Pada Hari Minggu

Mendikbud: Kualitas UNBK Paket C Sudah Setara Sekolah Formal

Mendikbud: Kualitas UNBK Paket C Sudah Setara Sekolah Formal
(Ilustrasi) Peserta mengerjakan soal bahasa Indonesia dalam Ujian Kejar Paket C di SDN Beran 5, Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (15/4/2017). UANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.
Reporter: antara
16 April, 2017 dibaca normal 1:30 menit
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menilai kualitas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di program Paket C sudah setara sekolah formal.
tirto.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menyatakan kualitas pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi peserta Pendidikan Kesetaraan Program Paket C kini sudah setara dengan sekolah formal.

Menurut dia penyelenggaraan UNBK untuk peserta Pendidikan Kesetaraan Program Paket C membuat kualitas materi ujian hampir sama dengan yang diujikan di sekolah formal.   

Sebagaimana diberitakan Antara, Muhadjir mengaku semula sempat khawatir dengan penerapan UNBK bagi peserta Program Kesetaraan Paket C sebab sebagian pesertanya sudah berusia jauh di atas kalangan pelajar umumnya.

Namun ternyata proses pelaksanaan UNBK bagi peserta Paket C itu berjalan lancar. "Alhamdulillah semuanya lancar, meski ada yang sudah tua," kata Muhadjir saat meninjau UNBK Program Paket C di SMP Negeri 5 Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu (16/4/2017).

Dia berharap kualitas UN di Program Kesetaraan Paket C akan terkerek kualitasnya ketika sistem ujian berbasis komputer mulai diterapkan di banyak daerah pada jenjang pendidikan ini. Hal ini karena ujian di Program Paket C kerap hanya dianggap sebagai formalitas saja. 

"Kualitas penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) untuk pendidikan kesetaraan juga semakin baik dan tidak diragukan lagi, sebab seringkali masih dianggap hanya sebagai formalitas, padahal mereka menjalani UN dengan bersungguh-sungguh," kata Muhadjir. 

Saat berkunjung ke Malang, Muhadjir meninjau pelaksanaan UNBK di dua sekolah dari 10 sekolah yang ditunjuk menyelenggarakan UNBK bagi Program Paket C, yakni SMK Negeri 4 dan SMP Negeri 5 Malang. 

Pada kesempatan itu, Mendikbud yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Zubaidah menanyakan persiapan dan kesiapan UNBK jenjang SMP. "Bagaimana UNBK untuk SMP di Kota Malang nanti, bu?," tanya Muhadjir kepada Zubaidah.

Menjawab pertanyaan Mendikbud tersebut, Zubaidah mengatakan sudah hampir 100 persen, kecuali dua SMP yang terlambat mendaftar. "Persiapan juga sudah optimal, mudah-mudahan lancar dan tidak ada peserta yang absen," kata Zubaidah.

Penyelenggaraan UN Pendidikan Kesetaraan Program Paket C di Malang pada tahun ini hampir seluruhnya berbasis komputer dengan jumlah peserta mencapai 626 orang. Program Paket C tersebut didata dari 10 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Dari 626 peserta tersebut, enam peserta di antaranya berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Lowokwaru, Malang, namun mereka mengikuti UN masih berbasis pensil dan kertas. Soal-soal UN dikirimkan ke Lapas Lowokwaru.

Hanya saja, dari 626 peserta UNBK Program Paket C tersebut ada yang tidak hadir. Sebanyak 20 peserta dari PKBM Kartini tidak hadir sejak hari pertama UNBK yang digelar Sabtu kemarin.

Secara keseluruhan, pada tahun ini, Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan UN Pendidikan Kesetaraan dengan peserta sebanyak 26.770 orang.

Baca juga artikel terkait UNBK atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - add/add)

Keyword