tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengapresiasi lulusan terbaik Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke-32 yang merupakan seorang anak penjual bakso.
Ia menyatakan, hal tersebut membuktikan bahwa IPDN tidak mementingkan faktor orangtua lulusan kampus tersebut. IPDN disebut telah menerapkan sistem belajar yang optimal.
"Juara satu itu, saya berikan kalung, medali, Suwandi, berasal dari Buton, Selawesi Tenggara, adalah anak tukang bakso," ucapnya saat pelantikan lulusan IPDN ke-32 di Kampus IPDN, Jawa Barat, Senin (28/7/2025).
"Saya menyampaikan apresiasi kepada institusi IPDN juga karena dengan gambaran siapa yang lulus ternyata anak-anak orang biasa, berarti sistem belajar mengajar di IPDN sangat baik. Karena bisa memilih orang dengan kemampuan, bukan karena faktor orangtuanya," sambung dia.
Selain anak penjual bakso, Tito mengaku terdapat anak petani yang menjadi 10 lulusan terbaik IPDN ke-32. Sementara itu, lulusan IPDN ke-32 disebut memiliki latar belakang keluarga yang variatif. Salah satunya, anak pemilik toko kelontong.
Di satu sisi, mantan Kapolri ini menyebutkan Kemendagri telah menjalin kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mengirimkan lulusan IPDN bersekolah di luar negeri. Usai bersekolah di luar negeri, lulusan IPDN diharapkan dapat menjadi penggerak di birokrat Indonesia nantinya.
"Sampai dengan tahun 2024, semenjak program LPDP dimulai, dari tahun 2021, sudah ada 50 lulusan IPDN yang berangkat untuk mengambil S2 di luar negeri," tuturnya.
"Tahun 2025 ini, 27 [lulusan IPDN] yang sementara akan berangkat ke luar negeri. Target tahun 2026, kita akan memberangkatkan minimal 100 lulusan IPDN untuk sekolah ke luar negeri dengan biaya LPDP," imbuh Tito.
Kemudian, ia mengaku telah meminta agar ada penambahan pelajaran bahasa Inggris setingkat TOEFL dan IELTS di IPDN. Sebab, lulusan IPDN tahun sebelumnya banyak yang gagal tes bahasa Inggris.
"Banyak yang jatuh pada saat test bahasa Inggris. Oleh karena itu lah saya menambah kurikulum bahasa Inggris di IPDN, kurikulum TOEFL, dan IELTS, dan modul LPDP," kata Tito.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































