Menuju konten utama

Menakar Peluang Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Cabor badminton jadi pendulang emas Indonesia sejak pertama dipertandingkan pada Asian Games 1962. Namun, di edisi 2022 badminton Indonesia gagal total.

Menakar Peluang Badminton Indonesia di Asian Games 2026
Lompatan smash dari Muhammad Rian Ardianto, pasangan ganda putra dari Fajar Alfian saat bertanding melawan melawan Liu Cheng/Zhang Nan pada laga final bulutangkis beregu putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/8/2018). Fajar/Rian takluk dengan skor 18-21, 21-17. tirto.id/Andrey Gromico
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Cabor badminton selalu menjadi andalan Indonesia dalam mendulang medali. Di ajang multi event seperti Asian Games, SEA Games, bahkan di Olimpiade, badminton hampir selalu menyumbangkan medali emas.

Badminton pertama kali dimainkan di ajang Asian Games 1962 di Jakarta, Indonesia. Gelaran tersebut merupakan edisi keempat Asian Games yang artinya badminton absen di 3 edisi awal yakni tahun 1951, 1954, dan 1958.

Debut badminton sebagai salah satu Cabor Asian Games langsung di dominasi Indonesia. Sebagai tuan rumah, kontingen merah putih kalah itu mendulang 5 medali emas dari total 6 medali yang diperebutkan. Indonesia menang di sektor tunggal putra (Tan Joe Hok), tunggal putri (Minarni), ganda putri (Minarni/Retno Kustijah), beregu putra dan beregu putri.

Sejak Asian Games 1962 Cabor badminton selalu jadi andalan Indonesia meraih medali emas. Walau begitu, ada kalanya atlet bulu tangkis Indonesia gagal menjadi yang terbaik antara lain di Asian Games 1970, 1986, 1990 dan edisi terakhir 2022.

Kiprah Badminton Indonesia di Asian Games

Di dunia badminton, Indonesia adalah salah satu kekuatan besar. Tidak hanya di level Asia, tapi juga di level dunia. Atlet badminton Indonesia pun kerap menjadi kampiun di Kejuaraan Dunia, All England, Kejuaraan Asia, Olimpiade, dan tentunya Asian Games.

Sepanjang sejarah Asian Games, Indonesia telah mengoleksi 28 medali emas dari Cabor badminton. Jumlah medali emas itu hanya kalah dari Cina dengan total 47 keping medali. Adapun total medali yang dikumpulkan Cabor badminton di ajang multievent Asia tersebut sebanyak 99 medali. Terdiri dari 28 emas, 27 perak, dan 44 perunggu.

Bila dirinci lebih lanjut, nomor ganda putra menjadi yang paling banyak menyumbang medali. Total, dalam 16 edisi Asian Games, ganda putra Indonesia telah meraih 8 medali emas. Kemudian tunggal putra mengumpulkan 7 medali, beregu putra 5 medali, ganda putri 4 medali, ganda campuran 2 medali, serta tunggal putri dan beregu putri masing-masing mengoleksi 1 medali emas Asian Games.

Tan Joe Hok

Tan Joe Hok setelah berhasil memenangi turnamen US Open pada 1959. Tampak kakinya yang kapalan setelah melalui pertandingan yang sengit melawan Charoen Wattanasin (Thailand) di final. (Sumber: Sports Illustrated, 14 April 1959)

Indonesia juga selalu membawa pulang medali emas di Cabor badminton dalam 6 edisi perdana sejak debut tahun 1962. Secara keseluruhan dalam 16 edisi Asian Games yang menyertakan cabor badminton, Indonesia hanya gagal membawa pulang medali emas tahun 1986, 1990, dan 2022, sedangkan di 13 edisi lainnya, kontingen merah putih setidaknya membawa pulang 1 medali emas di setiap edisi.

Walaupun cukup kompetitif, dan menjadi negara dengan perolehan medali paling banyak setelah Cina, Indonesia belum pernah menyapu medali emas Asian Games. Pencapaian terbaik Indonesia adalah edisi debut badminton 1962 di Jakarta. Kala itu, kontingen merah putih sukses meraih 5 medali emas dari total 6 medali yang diperebutkan.

Kala itu, hanya ganda putra yang gagal meraih medali emas di kandang sendiri. Sementara ganda campuran belum dipertandingkan di Asian Games 1962 dan baru dimainkan pada edisi berikutnya 1966 di Bangkok, Thailand.

Dalam 16 edisi badminton di Asian Games terdapat pemain Indonesia yang mampu meraih gelar di lebih dari 1 edisi. Misalnya Hadinata yang meraih medali emas ganda putra edisi 1978 (bersama Ade Chandra), dan 1982 (bersama Icuk Sugiarto). Bahkan, Hadinata menjadi pemain Indonesia dengan medali emas Asian Games terbanyak yakni 5 medali. Selain 2 medali ganda putra, dia juga meraih 2 medali ganda campuran dan beregu putra.

Berikut ini adalah daftar atlet badminton Indonesia yang meraih medali emas di Asian Games.

Tahun
Tunggal PutraTunggal PutriGanda PutraGanda PutriGanda CampuranBeregu PutraBeregu Putri
1962Tan Joe HokMinarni-Minarni/Retno Kustijah-Tutang Djamaluddin, Liem Tjeng Kiang, Ferry Sonneville, Tan Joe Hok, Abdul Patah UnangGoei Kiok Nio, Happy Herowati, Corry Kawilarang, Retno Kustijah, Minarni
1966Ang Tjin Siang--Minarni/Retno Kustijah---
1970-----Indra Gunawan, Rudy Hartono, Indratno, Mintarja, Muljadi-
1974--Tjun Tjun/Johan Wahjudi-Christian Hadinata/Regina Masli--
1978Liem Swie King-Ade Chandra/Christian HadinataVerawaty Wiharjo/Imelda Wiguna-Ade Chandra, Christian Hadinata, Rudy Heryanto, Hariamanto Kartono, Liem Swie King, Iie Sumirat-
1982--Christian Hadinata/Icuk Sugiarto-Christian Hadinata/Ivana Lie--
1986-------
1990-------
1994Hariyanto Arbi-Rexy Mainaky/Ricky Subagja--Hariyanto Arbi, Rudy Gunawan, Rexy Mainaky, Ricky Subagja, Bambang Suprianto, Joko Suprianto, Hermawan Susanto, Ardy Wiranata-
1998--Rexy Mainaky/Ricky Subagja--Tony Gunawan, Hendrawan, Taufik Hidayat, Tri Kusharjanto, Rexy Mainaky, Budi Santoso, Ricky Subagja, Candra Wijaya-
2002Taufik Hidayat------
2006Taufik Hidayat------
2010--Markis Kido/Hendra Setiawan----
2014--Mohammad Ahsan/Hendra SetiawanNitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii---
2018Jonatan Christie-Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo----
2022-------

Mampukah Badminton Indonesia Berprestasi di Asian Games 2026?

Setelah gagal total di Asian Games 2022 (2023), tantangan berat bakal diemban atlet badminton Indonesia di edisi 2026. Jonatan Christie sebagai salah satu pemain paling senior dari nomor tunggal putra bakal mengemban tanggung jawab mengembalikan tradisi emas.

Jonatan Christie sendiri merupakan peraih medali emas Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, di nomor tunggal putra. Bersama Fajar Alfian yang turun di nomor ganda putra, keduanya menjadi pemain paling senior di tim bulu tangkis Indonesia saat ini.

Dari tim putra ada nama-nama seperti Jonatan Christie, Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, dan Amri Syahnawi. Jonatan, Alwi, Zaki, dan Yusuf biasa bermain di sektor tunggal putra sedangkan yang lainnya di sektor ganda.

Sementara itu, di tim putri ada Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Mutiara Ayu Puspitasari, Rachel Allessya Rose, Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma, Meilysa Trias Puspitasari, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Nita Violina Marwah. Putri, Thalita, Dhinda, dan Mutiara adalah pemain tunggal dan sisanya adalah pemain sektor ganda.

Fajar Alfian Muhammad Shohibul Fikri

Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri dalam babak semifinal Victor China Open 2025 di Changzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, Sabtu (26/7/2025). ANTARA FOTO/VCG via Reuters Connect/Stringer/bar

Berdasarkan rekam jejak di beberapa turnamen BWF World Tour 2026, ganda putra dan tunggal putra menjadi 2 nomor yang diharapkan mampu meraih medali emas. Terutama Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang mencatat back to back juara di Japan Open dan China Open 2026.

Sejak dipasangkan pada Juli 2025 lalu, Fajar/Fikri telah meraih 8 gelar turnamen BWF World Tour. Oleh karenanya, mereka diharapkan mampu meraih prestasi terbaik di Asian Games 2026.

Ganda putra lainnya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga berpotensi membuat kejutan. Walau prestasinya tidak sementereng Fajar/Fikri, Leo/Daniel beberapa kali memenangi turnamen BWF World Tour sepertu Thailand Open Super 500, Thailand Masters Super 300, dan Taipei Open Super 300.

Sementara itu, bila mengacu pada ranking terbaru BWF per 15 September 2026, Jonatan Christie memiliki peluang besar meraih medali emas. Pasalnya, Jojo saat ini berada di peringkat 1 ranking BWF, mengungguli Kunlavut Vitidsard (Thailand), Chou Tien Chen (Cina Taipei), hingga Shi Yuqi (Cina).

PB PBSI sendiri tidak memasang target muluk di Asian Games 2026. Ketua Umum PP PBSI menyebut target federasi di Asian Games 2026 minimal meraih 1 medali emas agar lebih baik dari edisi terakhir.

Nomor yang diandalkan dapat meraih medali emas adalah ganda putra. Sementara itu, nomor lain diharapkan mampu tampil bagus sepanjang turnamen dan bisa meraih medali.

"Kami menargetkan satu medali emas dari nomor beregu putra," jelas Ketua Umum PP PBSI, Muhammad Fadil Imran, dikutip dari Antara.

Jadwal badminton Asian Games 2026 sendiri digelar pada tanggal 20-29 September. Sektor beregu digelar pada 20-24 September dan dilanjutkan sektor perorangan pada tanggal 25-29 September.

Baca juga artikel terkait ASIAN GAMES atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Badminton
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama