Menuju konten utama

Rangkuman Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas 7

Materi klasifikasi makhluk hidup kelas 7 membahas perihal lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Berikut ini penjelasannya.

Rangkuman Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas 7
Ilustrasi belajar secara daring. Adapun siswa bisa mempelajari materi klasifikasi makhluk hidup kelas 7 secara daring untuk menambah wawasan. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rangkuman materi IPA Kelas 7 Semester 2 kali ini membahas bab "Klasifikasi Makhluk Hidup". Klasifikasi atau pengelompokan dapat membuat hidup setiap orang lebih mudah, termasuk ilmuwan.

Kegiatan klasifikasi ini bertujuan untuk membuat objek kajian menjadi lebih sederhana. Dengan begitu, klasifikasi makhluk hidup dapat mempermudah analisis dan proses pembelajaran terkait keanekaragaman hayati.

Dilansir dari E-Modul IPA Kelas 7, para ilmuwan menggunakan sebuah model yang disebut kunci klasifikasi untuk menyusun klasifikasi secara lebih mudah.

Terdapat beberapa jenis kunci klasifikasi, di antaranya kunci percabangan, kunci dikotomi, kunci format tabel, dan kunci melingkar. Berikut materi klasifikasi makhluk hidup kelas 7 selengkapnya.

Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Lima Kingdom

Terdapat bermacam-macam klasifikasi makhluk hidup. Kendati demikian, materi klasifikasi makhluk hidup kelas 7 secara umum merujuk kepada klasifikasi lima kingdom.

Mengutip modul pelajaran IPA kelas 7 yang sama, kingdom ini meliputi Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Berikut penjelasan mengenai masing-masing kingdom tersebut.

1. Kingdom Monera

Kingdom Monera merupakan makhluk hidup yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, termasuk bakteri dan alga biru. Adapun anggota kingdom Monera meliputi organisme yang bersifat prokariotik atau tidak memiliki membran inti sel.

Sel Monera ini memiliki bentuk yang beragam, mulai dari bulat, batang, atau spiral. Sehubungan dengan itu, karakteristik umum kingdom Monera meliputi poin-poin berikut.

  • Prokariotik
  • Tidak memiliki organel
  • Mikroskopis
  • Uniseluler/multiseluler
  • Memiliki dinding sel
  • Memiliki DNA sirkuler
  • Kosmopolit (dapat ditemukan di mana saja)
  • Reproduksi secara vegetatif (membelah diri atau fragmentasi)

2. Kingdom Protista

Kingdom Protista merupakan kelompok makhluk hidup eukariotik alias sudah memiliki membran inti sel. Akan tetapi, makhluk ini hanya memiliki jaringan yang sederhana dan tidak memiliki organ.

Sel penyusun tubuh dari Protista mirip dengan hewan dan tumbuhan tergantung pada jenis organismenya. Tubuh Protista memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, mulai dari ukuran mikroskopis hingga yang terlihat jelas oleh mata.

Protista ini mencakup tiga kelompok tertentu berdasarkan bentuknya. Di antaranya ada Protista mirip hewan (protozoa), Protista mirip tumbuhan (alga/ganggang), dan Protista mirip jamur.

Protista mirip hewan tersusun atas satu sel (uniseluler). Beberapa contohnya seperti Plasmodium, Amoeba proteus, Trypanosoma gambiense, dan Paramaecium caudatum.

Protista mirip tumbuhan (alga/ ganggang) punya bentuk menyerupai tumbuhan, tetapi tidak memiliki organ akar, batang, maupun daun. Adapun Protista mirip jamur memiliki dinding sel dan bersifat heterotrof dengan cara menguraikan atau menelan zat makanan.

3. Kingdom Fungi

Kingdom Fungi atau jamur mirip dengan tumbuhan. Kendati demikian, jamur tidak dapat melakukan fotosintesis selayaknya pepohonan pada umumnya.

Struktur tubuh jamur ada yang uniseluler, yaitu berupa benang dan memiliki bentuk tertentu yang dapat dilihat oleh mata. Adapun cara hidup jamur dengan menguraikan senyawa organik menjadi anorganik.

Selain itu, terdapat pula beberapa jamur yang hidup sebagai parasit di tubuh organisme lain. Peserta didik bisa melihat beberapa ciri utama kingdom Fungi berikut.

  • Memiliki ciri eukariotik
  • Sel berupa hifa (benang)
  • Dinding sel terbuat dari kitin
  • Tidak memiliki kloroplas
  • Dapat menghasilkan spora untuk perkembangbiakan

4. Kingdom Plantae

Kingdom Plantae atau umum dikenal dengan nama tumbuhan memiliki peran sebagai produsen. Dalam materi klasifikasi makhluk hidup kelas 7, kingdom ini mampu melakukan fotosintesis dan menyediakan makanan bagi organisme lain.

Makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom Plantae mempunyai karakteristik eukariotik, berdinding sel, dan memiliki kloroplas. Adapun jaringannya berdiferensiasi menjadi organ akar, batang, serta daun.

5. Kingdom Animalia

Kingdom Animalia atau hewan merupakan klasifikasi makhluk hidup yang paling mudah dikenali. Pasalnya, peserta didik bisa melihat dengan jelas bagaimana hewan bergerak.

Makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom Animalia ini memiliki karakteristik eukariotik, tidak memiliki dinding sel, multiseluler, dan heterotrof. Adapun ciri paling umum adalah dapat berpindah tempat dengan jelas.

Beberapa ahli terkadang mengelompokkan hewan ke dalam dua kelompok besar. Di antaranya terdapat hewan invertebrata dan vertebrata.

Invertebrata merupakan golongan hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Beberapa contoh hewan invertebrata misalnya cacing, kerang, ubur-ubur, laba-laba, dan cumi-cumi.

Sedangkan vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki ruas tulang belakang. Contoh hewan invertebrata dalam materi klasifikasi makhluk hidup kelas 7 meliputi ikan, katak, ular, burung, dan sapi.

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Makhluk hidup memiliki karakteristik hidup yang salah satunya berupa tanggapan rangsang dan bergerak. Umumnya, makhluk hidup akan memberikan tanggapan tertentu saat disentuh atau digerakkan serta mampu bergerak.

Siswa bisa mengamati karakteristik makhluk hidup secara mudah, tetapi ada juga yang memerlukan pengamatan lebih. Dikutip dari buku serupa, berikut ini ciri-ciri makhluk hidup secara umum.

1. Memiliki Kemampuan untuk Bergerak

Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk bergerak dan biasanya gerakan hewan lebih mudah diamati. Hal ini berbeda dengan tumbuhan yang bergerak secara lambat dan sulit untuk diamati secara langsung.

2. Tumbuh dan Berkembang

Makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang, bisa menjadi lebih besar, lebih rumit atau keduanya. Beberapa makhluk hidup dapat tumbuh dengan sangat lambat, tetapi beberapa lainnya tumbuh lebih cepat.

3. Memiliki Kemampuan untuk Bereproduksi

Makhluk hidup mampu bereproduksi secara seksual maupun secara aseksual. Reproduksi seksual melibatkan pertemuan sel kelamin jantan dan betina, sedangkan reproduksi aseksual tidak melibatkan pertemuan keduanya.

4. Menanggapi Rangsangan dari Lingkungannya

Makhluk hidup mampu memberi rangsangan atau respons terhadap perubahan lingkungan. Perubahan lingkungan internal dan eksternal disebut stimulus, sedangkan reaksinya adalah respons.

5. Mengambil dan Menggunakan Energi

Makhluk hidup mengambil dan menggunakan energi untuk bergerak, tumbuh, berkembang biak, dan menjalankan fungsi tubuh lainnya. Misalnya tumbuhan yang menggunakan energi matahari untuk menjalankan proses fotosintesis.

6. Memiliki Kemampuan Bernapas

Semua makhluk hidup membutuhkan oksigen. Hewan membutuhkan oksigen untuk bernapas, sementara Tumbuhan membutuhkan oksigen untuk proses oksidasi zat makanan dan menghasilkan zat sisa yang sama.

7. Menghasilkan Limbah (Ekskresi)

Makhluk hidup mengalami banyak proses biokimia sehingga ada sejumlah zat sisa yang bersifat racun serta harus dikeluarkan dari tubuh. Proses pengeluaran zat sisa metabolisme ini disebut ekskresi.

8. Tubuh Tersusun dari Satu atau Banyak Sel

Dalam materi klasifikasi makhluk hidup kelas 7, makhluk hidup tersusun dari sel tertentu. Ada makhluk hidup yang tersusun dari satu sel (uniseluler) dan banyak sel (multiseluler).

Peserta didik bisa membaca lebih banyak materi pembelajaran untuk menambah wawasan sekaligus mengingat hal yang diajarkan di kelas. Pastikan juga untuk mengakses materi ajar lainnya di sini.

Kumpulan Materi Ajar

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yuda Prinada