tirto.id - Mata uang Iran, rial, jatuh ke titik terendah sepanjang masa pada Rabu (29/4/2026). Anjloknya nilai mata uang rial ini terjadi seiring blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran dan penutupan Selat Hormuz.
Dinukil dari Al Jazeera, rial jatuh ke titik terendah pada Rabu siang. Rial anjlok dengan nilai 1,81 juta rial per 1 dolar AS di pasar terbuka. Sebelumnya, rial telah terlebih dahulu anjlok ke level 1,54 juta per 1 dolar AS pada awal pekan ini.
Meskipun mencapai titik terendah sepanjang sejarah, namun fluktuasi nilai rial sebenarnya relatif stabil selama dua bulan terakhir. Terakhir kali rial mengalami fluktuasi sangat signifikan adalah ketika pasukan AS berkumpul jelang serangan AS-Israel ke Iran, yang memecah perang.
Sementara itu, penurunan dalam sepekan ini disebut terjadi setelah laju inflasi yang tak terkendali, membuat perekonomian Iran yang salah urus dan terkena sanksi makin tertekan.
Menukil Al Jazeera, para ahli memperingatkan bahwa penurunan nilai rial ini dapat memicu inflasi makin parah. Hal ini akan berdampak buruk terhadap barang impor Iran, mulai dari makanan dan obat-obatan hingga elektronik dan bahan baku yang semuanya terpengaruh nilai tukar dolar.
Akan tetapi, di sisi lain, Iran terus diblokade AS dari perairan internasional. Teheran kini dilaporkan kesulitan untuk menjual minyak, salah satu komoditas ekspor utama Iran, ke luar negeri.
Tak hanya menerapkan blokade di perairan dekat pelabuhan Iran dengan armada perang, AS juga memblokade aliran dana Iran yang ada di luar negeri. Kementerian Keuangan AS sebelumnya telah memasukkan kilang-kilang di Cina ke dalam daftar hitam.
Kilang tersebut diduga merupakan salah satu tempat Iran selama ini menjual minyaknya. Kini, aliran perbankan dan mata uang kripto pada fasilitas perdagangan minyak Teheran macam kilang di Cina tengah ditargetkan AS.
“Kami akan melacak uang yang Teheran coba pindahkan ke luar negeri dan menargetkan semua jalur keuangan yang terkait dengan rezim tersebut,” tutur Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Perdagangan Minyak dan Non-Minyak Terdampak
Blokade yang diterapkan AS terhadap Iran telah membuat perdagangan minyak dan non-minyak Teheran terdampak dan karenanya menekan perekonomian Iran lebih berat lagi. Dampak blokade tersebut merupakan apa yang Presiden AS Donald Trump selama ini gambarkan sebagai upaya untuk mencekik Iran dan memaksa mereka ke meja perundingan.
Pemerintahan Trump telah memperkirakan blokade AS akan meningkatkan tekanan pada sektor minyak Iran. Tanpa bisa menjualnya, pengelolaan cadangan minyak diperkirakan bakal jadi masalah serius bagi Iran.
Teheran disebut tidak bisa terus menyimpan minyaknya di fasilitas penyimpanan yang terbatas, sementara menghentikan produksi akan membuat mereka merugi.
Selama ini, Cina merupakan tujuan utama Iran mengirim minyaknya ke luar negeri. Berdasarkan data Vortexa Analytics yang dikutip Reuters, ekspor minyak Iran ke kilang Cina setara 90 persen total pengiriman minyak Iran.
Namun, seturut lembaga Administrasi Umum Bea Cukai Cina, volume perdagangan bilateral Beijing dengan Teheran pada kuartal pertama 2026 mencapai USD1,55 miliar. Angka tersebut turun 50 persen dibandingkan tahun 2025 sebelum perang.
Penurunan volume perdagangan juga terjadi pada sektor non-minyak. Otoritas bea cukai Iran baru-baru ini merilis laporan bahwa perdagangan non-minyak pada tahun kalender Iran yang baru saja berakhir pada Maret, turun 16 persen dari tahun sebelumnya.
Hal itu disebut terjadi sebagai pengaruh dari terganggu atau terputusnya hubungan komersial akibat perang, hal ini terkait dengan ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz. Selain itu, perdagangan sektor non-minyak Iran juga disebut terdampak oleh infrastruktur penting yang dibom Israel dan AS selama perang.
Selama perang, AS dan Israel membom sejumlah fasilitas penting Iran. Beberapa di antaranya adalah fasilitas produksi baja dan petrokimia utama Iran, fasilitas minyak dan gas, pembangkit listrik, hingga zona industri utama.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































