Menuju konten utama

AS Sudah Habiskan Rp433,7T untuk Perang Iran, Itu Belum Semuanya

AS menghabiskan dana sangat besar hingga mencapai Rp433,7T selama menjalani Perang Iran dan belum ditambah dengan komponen kerusakan di pangkalan militer.

AS Sudah Habiskan Rp433,7T untuk Perang Iran, Itu Belum Semuanya
Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, berlayar di Laut Utara selama latihan NATO Neptune Strike 2025 pada 24 September 2025.. (Photo by Jonathan KLEIN / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Amerika Serikat (AS) telah menghabiskan uang senilai USD25 miliar atau sekira Rp433,7 triliun untuk membiayai perang melawan Iran sejak 28 Februari 2026 lalu. Keterangan tersebut secara resmi dirilis Pentagon pada Rabu (29/4/2026) waktu AS.

Seturut NBC News, angka Rp433,7 itu merupakan perkiraan biaya yang diungkap oleh Pengawas Keuangan Pentagon Jules Hurst dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR AS. Pengawas Keuangan Pentagon itu juga tidak merinci dari pengeluaran mana saja biaya tersebut berasal.

“Kurang lebih, hingga hari ini, kita [AS] menghabiskan sekitar USD25 miliar untuk Operasi Epic Fury,” tutur Hurst kepada anggota DPR dari Partai Demokrat, Adam Smith.

Akan tetapi, Hurst mengatakan biaya tersebut baru perkiraan dan bukan total biaya riil. Ia meneruskan, jumlah biaya itu “hanya mencerminkan biaya perang”.

Biaya sebesar USD25 miliar, katanya, lebih merujuk kepada cerminan jumlah biaya “amunisi yang telah dihabiskan hingga saat ini dan biaya operasional lainnya”.

Ia akan memberikan detail di kemudian hari lantaran Pentagon kemungkinan meminta lebih banyak anggaran untuk Perang Iran.

“Kami akan merumuskan anggaran tambahan, melalui Gedung Putih, yang akan diajukan ke Kongres setelah kami memiliki penilaian lengkap tentang biaya konflik,” tuturnya.

Biaya Rp433,7T Belum Termasuk Perbaikan Kerusakan Pangkalan AS

Meskipun Jules Hurst menyebut dalam sidang pada Rabu bahwa perang di Iran membuat AS harus merogoh kocek sebesar Rp433,7 triliun sejauh ini, namun jumlah tersebut dilaporkan belum keseluruhan dari biaya perang. Biaya perbaikan kerusakan pangkalan AS di Teluk tidak dimasukkan di dalam perhitungan tersebut.

Seturut CNN, biaya riil yang harus dikeluarkan AS dalam Perang Iran diperkirakan mendekati 40-50 miliar dolar AS. Jumlah tersebut dapat muncul jika biaya pembangunan kembali instalasi dan penggantian aset yang hancur ikut dihitung.

Serangan Iran terhadap fasilitas militer AS di Teluk disebut telah menghantam AS dalam taraf signifikan. Setidaknya, 9 situs militer AS rusak parah akibat serangan Iran dalam 48 jam pertama peperangan. Sembilan fasilitas ini tersebar di Bahrain, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Selain itu, beberapa sistem radar AS di Asia Barat juga diduga mengalami kehancuran akibat serangan Iran. Beberapa yang tampaknya hancur adalah sistem radar untuk baterai rudal THAAD AS di Yordania dan fasilitas penampung sistem radar serupa di Uni Emirat Arab.

Setidaknya, sebuah pesawat E-3 Sentry Angkatan Udara AS juga hancur dalam serangan Iran di pangkalan udara Arab Saudi.

Akan tetapi, dalam keterangan pada Minggu (26/4), Jules Hurst menyebut bahwa Pentagon tidak “memiliki angka akhir untuk kerusakan pada instalasi kami di luar negeri”. Menurut mereka, kerusakan akan dihitung sebagai biaya perang jika fasilitas itu akan diperbaiki atau dibangun kembali. Namun, saat ini belum ada kepastian tentang apa yang akan dilakukan untuk fasilitas militer AS yang rusak di Teluk.

“Mitra kami juga mungkin akan memberikan kontribusi untuk pembangunan tersebut. Jadi kami tidak memiliki perkiraan yang akurat tentang apa yang dibutuhkan untuk membangun kembali fasilitas tersebut,” kata Hurst.

Pentagon sendiri dilaporkan telah meminta anggaran sebesar USD 1,5 triliun untuk tahun fiskal 2027 mendatang. Jumlah tersebut disebut meningkat sebesar 42 persen dari alokasi dana yang didapatkan Kementerian Pertahanan pada tahun fiskal 2026.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar