tirto.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta berbagai kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diarahkan untuk memperbaiki pelaksanaan program, bukan memperdebatkan gagasannya.
Menurut Luhut, MBG merupakan program yang memiliki dampak luas terhadap pemerataan ekonomi sekaligus mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dan UMKM.
“Karena MBG itu jangan diperguncingkan lagi kalau menurut saya, itu akan membuat pemerataan, keadilan, membangun simpul-simpul ekonomi baru dari UMKM, itu sudah hasil studi yang kami buat di 800 titik MBG,” kata Luhut saat ditemui usai acara Indonesia Summit 2026 di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (18/06/2026).
Ia pun mengakui pelaksanaan program masih membutuhkan berbagai penyempurnaan. Namun, menurutnya, kritik sebaiknya difokuskan untuk memperbaiki aspek eksekusi di lapangan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
“Kalau ada yang mengkritik kurang sana sini, ya kita perbaikin rame-rame lah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Luhut mengatakan pemerintah saat ini terus memperkuat pengelolaan program berbasis data agar pelaksanaan MBG semakin efektif. Dengan sistem data yang lebih terintegrasi, pemerintah dapat menentukan kelompok penerima maupun wilayah prioritas secara lebih akurat sesuai kebutuhan.
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat pemerintah tidak mungkin menjalankan seluruh agenda pembangunan secara bersamaan. Karena itu, penyusunan tahapan dan prioritas menjadi kunci agar program dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang optimal.
“Kalau kita nanti basisnya data, kita akan bisa mengelompokkan mana yang akan kita prioritaskan. Tidak mungkin kan sekaligus semua kita kerjakan, tapi yang penting kita punyakan timeline,” kata Luhut.
Luhut juga mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mendorong transformasi digital berbasis AI dan langkah tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia.
“Ya sekarang lihatlah, pemerintah sudah pro banget dengan AI, ya ini kan pemerintah yang Gen Z mau, ya kita kerjainlah, dorong, kalian juga belajar, karena apa? Kalau kita tidak bersahabat dengan teknologi, kita akan ketinggalan," kata Luhut.
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































