tirto.id - Lubang raksasa akibat longsor di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus membesar dan kini telah menyentuh badan jalan alternatif yang biasa dilalui warga.
Pergerakan tanah yang terjadi dalam sepekan terakhir terpantau sangat signifikan. Jika sebelumnya jarak antara titik longsor dan badan jalan masih sekitar 10 meter, kini material longsoran telah menyentuh dan merusak badan jalan.
“Saat ini jalan alternatif sudah tidak bisa dilalui,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Tengah, Mustafa Kamal, Sabtu (21/2/2026).
Penutupan total jalan dilakukan demi keselamatan warga. Akses yang sebelumnya menjadi jalur penghubung penting antarwilayah itu kini tidak dapat difungsikan sama sekali.
Akibatnya, masyarakat Desa Pondok Balik dan Segene Balik yang hendak menuju Simpang Balil, Kabupaten Bener Meriah, harus memutar melalui jembatan darurat di Desa Sagene Balik. Jalur tersebut hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua.
Mustafa menyebutkan, posisi lubang longsor kini berjarak sekitar 500 hingga 600 meter dari permukiman terdekat, yakni Desa Pondok Balik dan Segene Balik. Meski belum mengancam langsung rumah warga, potensi pergerakan lanjutan tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah telah memasang rambu peringatan dan pembatas di sekitar lokasi. Sosialisasi kebencanaan juga dilakukan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, tim teknis terus memantau retakan baru, membuat saluran drainase untuk mengurangi tekanan air dalam tanah, serta memperkuat tebing dengan penanaman vegetasi penyangga.
Pemerintah juga telah mengalihkan jalur sementara menjauhi titik longsor guna meminimalkan risiko. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tidak mendekati area longsor dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.
=============
Kontributor: Nadim
Penulis: Nadim
Masuk tirto.id


































