Menuju konten utama

Langkah Penting Menuju Swasembada Pangan

Berdasarkan data terbaru BPS, proyeksi produksi beras pada 2025 mencapai 34,77 juta ton, naik 13,54% dibanding tahun 2024.

Langkah Penting Menuju Swasembada Pangan

tirto.id - Ada kabar baik dari dunia pertanian kita. Produksi beras Indonesia tahun 2025 naik signifikan. Data terbaru BPS mencatat proyeksi produksi mencapai 34,77 juta ton, naik 13,54% dibanding 2024. Kenaikan ini didorong panen yang lebih luas, perbaikan irigasi, dan program strategis Kementerian Pertanian.

Peningkatan produksi ini langsung terasa di pasar. Selama dua bulan berturut-turut, September dan Oktober 2025, harga beras mengalami deflasi, bahkan penurunan harganya terjadi serentak di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran. Total 23 provinsi ikut mencatat deflasi beras.

Tren ini berbeda dari dua tahun sebelumnya yang justru mengalami inflasi. Penurunan harga yang merata menunjukkan stabilisasi pasokan yang lebih kuat serta distribusi yang lebih terjaga. Komoditas lain seperti bawang merah, cabai rawit, dan tomat juga ikut menekan inflasi nasional.

Pemerintah memperkuat pengendalian harga melalui tim pengawal harga yang terdiri dari Kementan, Bapanas, Bulog, hingga aparat penegak hukum. Operasi pasar dan penyaluran beras SPHP terus dijalankan, termasuk ke wilayah pegunungan yang bukan sentra produksi.

Dengan produksi naik dan harga yang semakin stabil, sektor pertanian bergerak ke arah yang lebih positif. Langkah ini menjadi fondasi penting menuju swasembada beras dan penguatan daya beli masyarakat di seluruh Indonesia.

“Ini adalah keberhasilan kita semua, bukan hanya Kementerian Pertanian, tapi seluruh anak bangsa. Dari Presiden, petani, hingga wartawan yang terus mengawal,” ujar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

(JEDA)

Penulis: Tim Media Servis