tirto.id - Artis Bertrand Peto resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual kepada seorang korban berinisial ANW (26). Anak angkat Ruben Onsu itu terseret kasus ini setelah diduga melakukan kekerasan di sebuah klub malam di sekitaran SCBD, Jakarta Selatan.
Pelaporan Bertrand Peto ini sebelumnya telah dikonfirmasi oleh pihak Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian kini menyebut bahwa laporan tengah diproses.
Sementara itu, Ruben Onsu selaku orang tua terlapor mengimbau publik agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan atas laporan ini. Melalui akun Instagramnya, Ruben menyebut bahwa ia sendiri belum mendapatkan kronologi yang lengkap dari dugaan tindak kekerasan seksual tersebut.
“Percayalah kami tidak akan menutup nutupi apa yg terjadi sebenarnya sesuai bukti-bukti yang ada,” kata Ruben di Instagram pada Minggu (13/9/2026).
Melalui keterangan itu, Ruben menyebut bahwa dirinya kini tengah berupaya untuk menghimpun kronologi kejadian yang terjadi secara lengkap. Hal ini, katanya, ia lakukan agar “dapat memahami situasi” dalam kasus tersebut.
Kronologi Dugaan Kekerasan Seksual oleh Bertrand Peto Versi Korban
ANW, pelapor dugaan kekerasan seksual yang dilakukan Bertrand Peto, telah menggelar konferensi pers pada Minggu. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan kronologi peristiwa yang terjadi.
ANW menyebut peristiwa ini bermula ketika ia dan rekannya DYP (22) datang ke sebuah klub malam di SCBD pada Sabtu (12/9). Dalam keterangannya, ia mengatakan sampai di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB dan bertemu dengan teman-temannya.
Tak lama setelah itu, ANW menyebut jika seorang pelayan klub malam itu datang menghampirinya. Pelayan itu, yang ia identifikasi sebagai seorang laki-laki, kemudian menawarinya untuk bergabung dengan ruangan khusus tamu VIP tempat Bertrand Peto berada.
ANW kemudian mengiyakan ajakan pelayan itu. Ia lalu datang ke ruangan tempat Bertrand Peto berada bersama temannya.
Setelah itu, ANW dan DYP pun ikut menari dan bersulang dengan rombongan Bertrand. Kemudian, ANW baru menyadari kalau ponselnya tertinggal di luar ruang khusus tamu VIP itu.
ANW pun pergi dari ruangan untuk mengambil ponselnya. Namun, setiba kembali di ruangan tersebut, ia menyadari kalau temannya tak ada di ruangan.
ANW menyebut ia sempat menanyakan ke mana perginya temannya itu. Ia lalu diberi tahu jika DYP pergi ke toilet.
Hal itu kemudian membuat ANW duduk-duduk saja di sofa sambil mengoperasikan ponselnya. Kemudian, ANW menyebut bahwa tiba-tiba Bertrand mendekatinya dan meraih tangannya untuk mengajaknya beranjak. Ia mengira Bertran akan mengajaknya untuk mengecek temannya di toilet.
Akan tetapi, ANW mengaku justru mendapatkan kekerasan seksual setelahnya. Ia menyebut peristiwa itu terjadi di depan pintu toilet.
ANW menyebut hal itu terjadi secara tiba-tiba dan ia sudah menyatakan penolakannya atas apa yang dilakukan Bertrand. Ia pun sempat melawan tindakan Bertrand.
Menurut kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol, perlawanan ANW itu kemudian membuatnya mengalami sejumlah luka memar di tubuhnya. Nathaniel menyebut, setidaknya bagian siku, leher, dan tangannya membiru karena luka memar.
ANW menyebut bahwa ia berhasil melarikan diri setelah dibantu staf klub malam yang memisahkan mereka. Ia kemudian segera bertolak ke Polda Metro Jaya untuk membuat laporan resmi, hal ini disebutnya terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































