Menuju konten utama

Korban Bencana Sumatra Dapat Bantuan Lauk-pauk selama 3 Bulan

Besaran bantuan yang diberikan kepada korban bencana Sumatra senilai Rp15 ribu per hari atau Rp450 ribu per bulan disertai bantuan lain dari pemerintah.

Korban Bencana Sumatra Dapat Bantuan Lauk-pauk selama 3 Bulan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan sambutan dalam acara Graduasi KPM PKH (Keluarga Penerima Manfaat) (Program Keluarga Harapan) di Pusdiklatbangprof Kemensos, Jakarta, Senin (8/12/2025). Kementerian Sosial (Kemensos) mewisuda 133 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), para wisudawan tidak lagi menerima bansos nantinya akan beralih ke program-program pemberdayaan, seperti bantuan modal, bantuan usaha, bantuan bahan baku dan pelatihan-pelatihan yang diharapkan meningkatkan kemampuan usaha. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz

tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengemukakan korban bencana di Aceh dan Sumatra mendapatkan bantuan lauk-pauk sebesar Rp15 ribu per hari setiap bulan selama tiga bulan.

"Bantuan lauk-pauk akan diberikan sebesar Rp15 ribu per hari per orang, atau setara Rp450 ribu per orang setiap bulan. Selain itu Kemensos juga akan memberikan bantuan isian rumah," katanya di Jakarta, Rabu (31/12/2025) sebagaimana dikutip Antara.

Gus Ipul menjelaskan, bantuan untuk isian rumah yakni sebesar Rp3 juta per keluarga yang bisa digunakan untuk membeli alat-alat dapur atau perabotan rumah tangga.

"Setelah itu melangkah lagi ke depan untuk pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga," ujarnya.

Gus Ipul juga menyampaikan perkembangan penyaluran santunan bagi korban meninggal dunia dan luka berat. Proses penyaluran dapat dilakukan setelah verifikasi oleh pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kita akan salurkan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta bagi yang wafat dan luka berat Rp5 juta. Ini simultan, ada yang sudah kita cairkan berproses, sambil mempersiapkan pada masa-masa pascakedaruratan," paparnya.

Kemensos berkolaborasi dengan berbagai pihak juga terus mengintensifkan penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak pada masa tanggap darurat hingga persiapan pemulihan pascabencana.

Hingga saat ini, Kemensos mengoperasikan 42 dapur umum yang tersebar di lokasi terdampak bencana. Dapur umum tersebut diselenggarakan oleh Kemensos bekerja sama dengan dinas sosial daerah serta dapur umum mandiri masyarakat, yang dapat memproduksi ratusan ribu porsi per hari.

“Kita menyajikan lebih dari 400 ribu (porsi) setiap harinya. Ini terus kita lakukan sampai nanti waktu yang ditentukan,” paparnya.

Ia menambahkan, layanan dapur umum akan terus berjalan hingga beralih ke layanan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Seiring itu, Kemensos telah menyiapkan berbagai intervensi pada fase pascakedaruratan.

"Kami dalam rangka memberikan layanan di huntara dan huntap sudah menyiapkan intervensi pascakedaruratan, mulai dari isian rumah, pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi, maupun juga untuk dukungan pembelian lauk-pauk bagi keluarga yang terdampak," demikian Gus Ipul.

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher