tirto.id - Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyebutkan, sekitar empat jembatan di kawasan administrasinya yang rusak parah. Ia meminta pemerintah pusat untuk segera memperbaiki keempat jembatan tersebut.
"Untuk jembatan yang paling parah itu ada empat jembatan, yaitu mulai Desa Balingkarang, Pematang Durian, Lubuk Sidup, dan satu lagi Desa Pangkalan," ucapnya dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana dengan Kementerian/Lembaga Daerah Terdampak, Selasa (30/12/2025).
Menurut Armia, kondisi Sungai Tamiang yang melewati kawasan Aceh Tamiang kini telah melebar dan dangkal. Pembangunan jembatan disebut tidak mungkin dilakukan melintasi Sungai Tamiang.
Akan tetapi, Armia tetap meminta pemerintah pusat mendirikan jembatan darurat menuju desa yang berpenduduk banyak.
"Ada satu desa yang mungkin bisa dibuatkan jembatan darurat, karena ini merupakan menjadi arus urat nadi masyarakat kami untuk bisa ke perkotaan," tuturnya.
"Kami juga sudah melaporkan hal ini kepada BNPB dan juga kepada Pak Dandim untuk bisa segera diusulkan untuk dipasangkan jembatan tersebut," sambung dia.
Sementara itu, Armia menyebutkan, pihaknya telah mengusulkan agar masyarakat dapat menerima bantuan sembako untuk enam bulan ke depan.
"Kami menghitung saat ini untuk bisa mereka mendapatkan sembako minimal enam bulan dari awal ini, dari Januari sampai Juni. Kami sudah menghitung berapa ton beras yang kami siapkan, minyak goreng, telur, dan sebagainya," ucapnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































