Menuju konten utama

Konsumsi Jus Dunia

Pada tahun 2009, dunia mengkonsumsi 117.700.000.000 galon jus dalam kemasan. Dari total volume tersebut 77 persen di antaranya dikonsumsi di 40 negara, dengan 23,5 juta liter dalam kategori jus, 17 juta dalam kategori nektar, 42 juta dalam kategori minuman kaleng, dan 35 juta di kategori jus bubuk dan terkonsentrasi. Pada periode 2003-2009, volume konsumsi dari minuman berbasis buah meningkat 30,2 persen.

Konsumsi Jus Dunia
Pedagang menjual buah lokal di pasar Kramat Jati, Jakarta, (21/6). Permintaan buah lokal meningkat dua kali lipat dan mendominasi pasar lokal karena buah impor mengalami kekosongan persediaan. tirto/andrey gromico

tirto.id - Pada tahun 2009, dunia mengkonsumsi 117.700.000.000 galon jus dalam kemasan. Dari total volume tersebut 77 persen di antaranya dikonsumsi di 40 negara, dengan 23,5 juta liter dalam kategori jus, 17 juta dalam kategori nektar, 42 juta dalam kategori minuman kaleng, dan 35 juta di kategori jus bubuk dan terkonsentrasi. Pada periode 2003-2009, volume konsumsi dari minuman berbasis buah meningkat 30,2 persen.

Pada 2013 konsumsi jus dan sirup buah tertinggi di dunia terjadi di Jerman dengan 33 liter per kapita. Disusul oleh Norwegia 31,5 liter dan Finlandia 28,3 liter. Sementara pada 2014 konsumsi per kapita untuk jus buah dan sirup buah di seluruh dunia, tertinggi ada di regional Amerika Selatan (26,8 liter), disusul Eropa barat (21,1 liter), dan Uni Eropa (19,1 liter).

Pada 2012 diketahui bahwa mangga merupakan buah yang paling banyak dimakan di dunia. Jika orang-orang di Amerika Serikat dan Eropa lebih familiar dengan apel, jeruk dan pisang, negara-negara lain di dunia sangat menggandrungi mangga. Setidaknya ada 2.000 jenis mangga yang ada di seluruh dunia. Buah ini dikonsumsi mentah, dibuat jus, eskrim, buah kering, bahkan campuran kue pie.

Baca juga artikel terkait atau tulisan lainnya dari Arman Dhani

Reporter: Arman Dhani
Penulis: Arman Dhani
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti