Menuju konten utama

Komdigi Awasi Konten Karakter Anomali demi Cegah Brain Rot Anak

Sabar menekankan upaya pengawasan karakter anomali itu akan dilakukan lewat PP tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik & Perlindungan Anak.

Komdigi Awasi Konten Karakter Anomali demi Cegah Brain Rot Anak
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar saat konferensi pers di kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025). tirto.id/ Muhammad Naufal.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bakal mengawasi peredaran konten karakter anomali di sosial media. Karakter anomali yang viral di TikTok dikeluhkan para orangtua karena mengakibatkan brain rot atau penurunan kemampuan kognitif dan intelektual akibat terlalu sering mengonsumsi konten online yang tidak menantang atau dangkal pada anak.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, berujar, upaya pengawasan karakter anomali itu akan dilakukan melalui Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dan Perlindungan Anak.

"Di peraturan mengenai perlindungan anak kan sebenarnya juga ada mengatur masalah konten. Jadi, di [peraturan] perlindungan anak itu ada mengatur terkait produk, fitur, dan layanan, termasuk konten. Peraturan pemerintah itu dimaksudkan untuk hal tersebut nantinya," katanya di kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).

Namun, peraturan pemerintah itu masih dalam tahap penyesuaian selama 2 tahun ini sesuai amanat peraturan itu. Oleh karena itu, Komdigi masih mendalami aturan tersebut.

Untuk diketahui, karakter anomali di TikTok dibuat pengguna akun bernama Noxa. Bentuk karakter anomali merupakan gabungan makanan atau minuman dengan hewan atau gabungan hewan dengan kendaraan atau gabungan benda dengan benda. Misalnya, buaya dengan pesawat, gelas berisikan kopi, gelas berisikan teh hijau, pentungan satpam, monyet dengan pisang, dan lainnya.

Selain itu, nama setiap karakter pun berbeda. Misalnya, Tung Tung Tung Sahur, Lirili Larila, Chimpanzini Bananini, Balerina Capuccina, serta Bombardilo Crocodilo.

Karena memiliki nama dan bentuk karakter yang unik, warganet menjuluki mereka dengan sebutan anomali. Terdapat tantangan di TikTok yang viral belakangan ini, yaitu menampilkan karakter anomali tanpa nama. Warganet lantas diminta menebak nama karakter anomali tersebut.

Lantaran sering beredar di sosial media, banyak anak di bawah umur yang kerap berulang kali menyebutkan nama tersebut sehingga muncul fenomena brain rot. Para orangtua di sosial media lantas mengeluhkan penyebaran konten anomali tersebut.

Baca juga artikel terkait KONTEN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher