Menuju konten utama

KLH Ungkap Damkar Sulit Capai Titik Api di TPA Putri Cempo Solo

Kementerian Lingkungan Hidup juga disebut telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran TPA. 

KLH Ungkap Damkar Sulit Capai Titik Api di TPA Putri Cempo Solo
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di TPA Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). Petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo masih berusaha memadamkan api di TPA yang memiliki luas 17 hektare tersebut dan belum diketahui penyebabnya. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkap kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, hingga kini belum berhasil dipadamkan. Proses pemadaman terkendala akses menuju titik api yang sulit dijangkau oleh petuga pemadam kebakaran (Damkar).

Direktur Pengelolaan Limbah B3 dan Non-B3 KLH, Amsor, mengatakan api masih menyala di TPA Putri Cempo hingga saat ini.

“Hingga saat ini, api belum padam di [TPA] Putri Cempo,” kata Amsor dalam acara Temu Lingkungan yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).

Menurut Amsor, petugas damkar kesulitan menjangkau titik api di dalam area TPA.

“Kendalanya adalah tidak dapat api itu dipadamkan karena pemadam kebakarannya gak bisa sampai ke titik api tersebut,” ujarnya.

KLH, kata Amsor, mempertimbangkan penggunaan helikopter untuk membantu proses pemadaman. Helikopter tersebut nantinya akan digunakan untuk mengambil dan menjatuhkan air ke lokasi kebakaran.

Namun, rencana pemadaman menggunakan helikopter tersebut masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut. Sementara itu, upaya pemadaman di lokasi masih dilakukan dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran.

“Ini juga perlu koordinasi yang lebih. Hingga saat ini, sudah 20 mobil damkar yang berpusat memadamkan api,” tuturnya.

Amsor menjelaskan pemadaman kebakaran di TPA memiliki tantangan berbeda dibandingkan kebakaran pada umumnya. Sebab, material yang terbakar merupakan sampah yang juga menghasilkan gas metana.

Dia menjelaskan gas metana dapat membuat api dengan cepat menyambar ketika terjadi kebakaran. Kondisi tersebut diperparah dengan kondisi TPA Putri Cempo yang terbuka atau open dumping.

Amsor mengatakan KLH juga akan menyelidiki penyebab kebakaran di TPA Putri Cempo. Menurutnya, kondisi El Nino turut memperparah kebakaran yang terjadi.

“Yang jelas, kebakaran ini diperparah dengan adanya kondisi El Nino,” sebut Amsor.

Amsor mengatakan KLH terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi El Nino. Berdasarkan koordinasi tersebut, El Nino diperkirakan berlangsung hingga awal tahun depan.

“El Nino ini akan sangat berkepanjangan. Kemungkinan besar hingga tahun depan, Januari tahun depan. Nah, ini yang harus kita waspadai bersama,” katanya.

Selain menangani kebakaran di TPA Putri Cempo, KLH juga disebutnya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran TPA.

Satgas tersebut saat ini menangani sebanyak 23 kejadian kebakaran di berbagai jenis fasilitas pengelolaan sampah di Indonesia.

“Hingga saat ini, ada 23 kejadian kebakaran, baik itu TPA, TPA yang ilegal, kemudian TPS-nya dan lain-lain. Ada 23 yang sedang kami tangani saat ini teman-teman semua,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi