Menuju konten utama

Kiprah Jeli Hendri, Tagana yang Mengabdi di Sekolah Rakyat

Jeli Hendri bukan hanya Tagana yang siap siaga saat dibutuhkan di wilayah bencana. Ia juga aktif sebagai pendidik di Sekolah Rakyat. 

Kiprah Jeli Hendri, Tagana yang Mengabdi di Sekolah Rakyat
Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Jeli Hendri membimbing siswa-siswi SRMP 4 Kota Padang. FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 4 Kota Padang di kawasan BBPPKS Padang termasuk salah satu titik yang sempat terendam banjir, menyisakan jejak lumpur basah. Di tengah kondisi itu, ada peran seorang Taruna Tanggap Bencana (Tagana), Jeli Hendri.

Ia bukan hanya Tagana yang siap siaga saat dibutuhkan di wilayah bencana, tetapi juga pendidik di Sekolah Rakyat. Jeli bahkan menjadi sosok ayah yang mengayomi siswa-siswi SRMP 4 Kota Padang.

Keterlibatan Jeli di SRMP 4 Kota Padang bermula dari informasi tentang penyelenggaraan sejumlah Sekolah Rakyat di Sumatera Barat. Karena praktik pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya mengandalkan guru formal sehingga terbuka ruang bagi pilar-pilar sosial untuk terlibat langsung, Jeli memutuskan untuk turut bergabung.

Tanpa menunggu surat tugas, ia mendatangi sekolah dan menawarkan diri. Bagi Jeli, pengabdian tidak mengenal batas peran. Ketika ruang kelas membutuhkan, ia datang sebagaimana saat hadir di lokasi bencana.

Jeli sigap membantu pembinaan Peraturan Baris Berbaris (PBB) hingga upacara bendera pertama di SRMP 4 Padang. Dari situ, kedekatannya dengan anak-anak mulai terbangun.

Sejak 2006, ia aktif sebagai Tagana angkatan pertama di Sumatera Barat. Dia juga tercatat sebagai guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kota Padang. Oleh karena memiliki pengalaman itu, Jeli ditunjuk sebagai pembina keagamaan di SRMP 4 Padang.

Saat sudah bertugas, Jeli mengawali dengan memetakan kemampuan baca Al-Qur’an para siswa. Dari 146 anak, terdapat tiga siswa non-muslim, sementara sisanya yang beragama Islam dibagi dalam enam kelompok kemampuan.

Perhatian Jeli tertuju pada kelompok keenam, terdiri dari 22 anak yang belum bisa membaca Al-Qur’an sama sekali. “Kelompok inilah yang paling menyentuh hati saya,” kata Jeli.

Dia memahami kegelisahan yang mereka rasakan. Usia mereka telah beranjak remaja, tetapi belum mampu membaca Al-Qur’an. Dengan metode Iqro, Jeli membimbing mereka. Meski prosesnya menuntut kesabaran dan waktu ekstra, perkembangan kini mulai terlihat.

Pekerjaan mendidik, menurut Jeli, tidak jauh berbeda dengan tugasnya di bidang kebencanaan. Selain turun langsung ke lapangan, ia juga merupakan bagian dari tim inti Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang kerap menerima penugasan langsung dari Kementerian Sosial RI.

Prinsip tugasnya sama, mendampingi manusia yang sedang berada dalam kondisi rapuh. “Mendidik anak-anak ini seperti mendampingi penyintas bencana. Mereka berada di fase pancaroba. Penuh gejolak. Tapi justru di situlah peran kita,” ujar Jeli.

Di sisi lain, menjalani peran ganda memiliki tantangan. Di SRMP 4 Padang, Jeli juga bertugas sebagai satuan pengamanan dengan sistem kerja bergilir. Saat mendapat giliran jadwal kerja malam, pagi harinya ia tetap hadir menjalankan tugas pendidikan.

Demikian pula ketika siang hari penuh dengan aktivitas sekolah, malam harinya ia bisa kembali ke lapangan jika dibutuhkan. Jika kondisi tidak memungkinkan, koordinasi dengan wali asuh dilakukan agar pembinaan keagamaan tidak terhenti.

Di luar ruang kelas, Jeli aktif membina Pramuka, kegiatan wajib bagi seluruh siswa SRMP 4. Bahkan sebelum menerima surat tugas resmi, ia telah membimbing anak-anak dalam kegiatan tersebut. Nilai disiplin, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab yang sama saat ia memakai rompi Tagana, ia tanamkan secara konsisten.

Di tengah hujan yang masih turun dan kawasan sekitar sekolah yang baru pulih dari banjir, Jeli Hendri berdiri di antara dua medan pengabdian. Dari garis depan bencana hingga ruang kelas Sekolah Rakyat, Jeli membuktikan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya tentang merespons keadaan darurat, tetapi juga menjaga harapan dan membentuk masa depan anak-anak yang tumbuh di tengah kondisi kemiskinan.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis