tirto.id - Banyak anak muda Indonesia memiliki keinginan untuk kuliah di luar negeri. Namun, biaya yang tinggi dan sulitnya mencari beasiswa full untuk menanggung semua kebutuhan di negeri seberang kerap menjadi halangan. Belum lagi, tantangan beradaptasi dengan kultur baru tidak mudah diatasi oleh sebagian orang.
Kuliah di Singapura menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan di tengah berbagai tantangan tersebut. Minat pelajar Indonesia melanjutkan studi di negara ASEAN dengan kualitas pendidikan terbaik ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Seturut data ICEF Monitor, jumlah mahasiswa Indonesia di Singapura bahkan sudah mencapai 10 ribu orang pada 2012. ICEF juga mencatat, jumlah mahasiswa asing di Singapura naik sekitar 33 persen dalam beberapa tahun terakhir, paling banyak dari India dan Indonesia.
Sebagai salah satu negara tujuan favorit untuk kuliah di luar negeri, Singapura tidak hanya dekat dengan Indonesia. Banyak kampus di negara ini memiliki reputasi akademik unggul dan menempati ranking teratas di kancah pendidikan global. Keberagaman masyarakat di negara ini juga menyediakan lingkungan multikultural yang nyaman bagi mahasiswa asing.
Bagi banyak Gen Z Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi, Singapura pun menjanjikan peluang kerja dengan karier di level global. Sebagai salah satu simpul bisnis internasional di Asia, Singapura menjadi pusat aktivitas banyak perusahaan multinasional (MNC) dari berbagai sektor.
Daya tarik lain, sistem pendidikan transnasional (Transnational Education/TNE) di negara ini termasuk yang terbaik di Asia. Sistem ini menyediakan peluang meraih gelar dari berbagai universitas ternama dunia tanpa harus pergi jauh ke negara lokasi kampus. Salah satu penyelenggara TNE di Singapura dengan reputasi tinggi adalah SIM Global Education.
Meskipun demikian, kuliah di Singapura tetap menyediakan tantangan tersendiri. Negara ini memang dekat dengan Indonesia, tetapi kondisi sosial-budayanya tetap tidak sama. Apalagi, bagi sebagian orang, tidak gampang beradaptasi dengan lingkungan baru. Dari tuntutan untuk mandiri, penyesuaian dengan budaya yang berbeda, hingga membangun relasi dengan orang-orang baru, semua bisa menjadi tantangan yang tidak mudah diatasi. Ini terutama dihadapi oleh mahasiswa pada masa awal studi.
Berbagai tantangan seperti itu sempat dialami oleh dua mahasiswa Indonesia yang kuliah di SIM Global Education, Belinda Amelia Leonardo dan Jerryyan Jofito Handiokho. Keduanya bisa beradaptasi dengan baik, bahkan menemukan cara efektif untuk memanfaatkan berbagai keunggulan kuliah di Singapura sehingga pengalaman studinya lebih bermakna.
Dua pelajar Indonesia yang baru pertama kali menjalani pendidikan global itu membagikan pengalaman berharganya, termasuk kiat jitu cara mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri.
Mengatasi Culture Shock dan Mendapatkan Support System saat Kuliah di Singapura

Seperti banyak mahasiswa Indonesia lainnya yang baru pertama kali belajar di luar negeri, Belinda Amelia Leonardo juga menghadapi berbagai tantangan pada masa awal kuliah di Singapura. Mahasiswa program diploma International Business di Singapore Institute of Management (SIM) Global Education ini bahkan sempat mengalami tekanan mental dan culture shock karena budaya yang berbeda.
"Belajar di luar negeri merupakan pengalaman yang baru bagi saya. Pertama kali, saya cukup kewalahan untuk menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda dan perbedaan kehidupan sehari-hari di Singapura, sementara juga harus menyeimbangkan studi," kata Belinda.
Seiring waktu, Belinda mampu beradaptasi dengan baik. Ada beberapa kiat praktis yang yang ia terapkan sehingga mampu lepas dari tekanan. Salah satunya adalah aktif mengikuti berbagai kegiatan agar bisa lekas menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di Singapura.
Belinda mengisi kesehariannya selain kuliah dengan menjadi bagian dari klub AIESEC dan InSIM (Indonesians in SIM). Dia juga aktif sebagai Student Ambassador Subcommittee, Singapore Institute of Management GE Official Student Ambassador, hingga Student Buddy. Melalui berbagai kegiatan di luar kelas itu, ia lebih cepat memperoleh banyak teman.
Ada banyak kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi di SIM Global Education Singapura yang dapat membantu mahasiswa bertemu komunitas baru. Mahasiswa berkesempatan mengikuti kegiatan di berbagai bidang, termasuk seni dan kerelawanan. Sejumlah komunitas pelajar dari berbagai negara juga hadir di kampus SIM Global Education. Indonesian Community (InSIM) untuk pelajar Indonesia merupakan salah satunya.
Menjalin relasi dengan banyak teman baru lewat organisasi maupun kegiatan di luar kelas akan membantu mahasiswa yang belum lama datang ke Singapura memperoleh support system untuk mendukung proses adaptasinya.
“Saya mengatasi hal ini [culture shock] dengan berusaha untuk berpikiran terbuka dan berperan aktif. Kuncinya [untuk menyesuaikan diri] adalah menjadi lebih proaktif,” ujar Belinda.
“Saya bergabung dengan klub-klub pelajar dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas di kampus. Saya juga berusaha untuk berhubungan dengan rekan-rekan saya, yang pada akhirnya menolong saya untuk membangun pertemanan dan [memperoleh] support system [dukungan] yang kuat,” kata dia menambahkan.
Proaktif Jadi Kunci Raih Beasiswa Kuliah di Luar Negeri
Tak hanya Belinda, mahasiswa Indonesia lainnya di SIM Global Education, Jerryyan Jofito Handiokho, juga menilai sikap proaktif penting saat menempuh kuliah di luar negeri.
Saat ini, mahasiswa biasa disapa Jerry itu terlibat sebagai Student Ambassador di SIM Global Education, menjadi Mentee di Mentorship Indonesia Singapore Initiative (MISI), hingga tergabung dalam Executive Committee di InSIM (Indonesian in SIM).
Bagi dia, tekad kuat disertai sikap proaktif mengikuti berbagai kegiatan di dalam maupun luar kelas sekaligus menjadi kunci sukses mendapatkan beasiswa ke luar negeri.
Jerry merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa SIM GE Merit Scholarship. Dia bahkan termasuk sedikit pelajar Indonesia yang berhasil meraih beasiswa full dari SIM Global Education. Dengan beasiswa itu, dia bisa menempuh studi program Diploma Management Studies di Singapore Institute of Management.
SIM Global Education saat ini menyediakan berbagai jenis beasiswa kuliah untuk pelajar dari banyak negara yang ingin kuliah di luar negeri. Di antara sejumlah beasiswa itu adalah:
- SIM STARRR Award for New Undergraduate Students
- Sports & Artistic Talent Award
- SIM GE Academic Excellence Scholarship
- SIM GE Merit Scholarship
- dan masih banyak lagi lainnya.
“Mungkin karena latar belakang saya dulu saat SMA memang pribadi yang ambisius. Saya sering mengikuti kompetisi dan sempat menjadi Ketua OSIS. Saya rasa hal-hal tersebut yang membuat SIM GE tertarik dan yakin, ‘Oke, orang ini bisa mendapatkan beasiswa,’ di samping faktor-faktor lainnya,” jelas dia.
Menyeimbangkan prestasi akademik dan non-akademik, lanjut Jerry, menjadi salah satu cara mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Selain nilai rapor sekolah yang tinggi, mengikuti kegiatan di luar kelas secara proaktif penting agar soft skill berkembang.
“Untuk nasihat, saya pikir Anda harus memiliki nilai [grade] yang bagus. Anda harus bisa menjaga nilai tersebut, sambil tetap menyeimbangkan dengan kegiatan di luar sekolah. Misalnya seperti [mengikuti] klub, atau Student Council, dan lain-lain,” kata Jerry.
Untuk memperbesar peluang meraih beasiswa kuliah di luar negeri, ia menekankan pentingnya kemampuan public speaking.
“Anda harus bisa mengembangkan kemampuan bicara di depan umum [public speaking] yang baik agar dapat memengaruhi [memimpin] orang lain. Terutama, [hal ini menunjukkan bahwa] Anda bisa memimpin komunitas SIM menuju masa depan yang lebih baik,” ujar dia menjelaskan.
(JEDA)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































