Menuju konten utama

Khotbah Jumat 2 Januari 2026 Bulan Rajab: Awal Tahun Baru Masehi

Khutbah Jumat, 2 Januari 2026 dengan tema "Awal Tahun Baru Masehi" dapat dijadikan acuan para khatib. Simak isi teks khutbah beserta doanya.

Khotbah Jumat 2 Januari 2026 Bulan Rajab: Awal Tahun Baru Masehi
Seorang pelajar SMP Al-Hikmah Kota Surabaya, Ahmad Firdaus As Sabil terpilih menjadi khotib dan imam shalat Jumat di Masjid Nurul Faidzin, komplek Kantor Dispendik Kota Surabaya, Jatim, Jumat (23/4/2021). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

tirto.id - Teks khutbah Jumat 2 Januari 2026 membahas tema tentang awal tahun baru Masehi. Berikut ini naskah yang dapat dijadikan sebagai acuan atau panduan khatib dalam menyampaikan pesan isi khutbah.

Salat Jumat merupakan ibadah yang wajib dilakukan Muslim laki-laki yang sudah baligh setiap hari Jumat. Pelaksanaannya di masjid secara berjamaah.

Umat Islam laki-laki menunaikan ibadah salat Jumat secara rutin setiap pekan. Sementara itu, perempuan tidak diwajibkan untuk menunaikan ibadah ini.

Dalam rukun atau tata cara ibadah salat jumat, terdapat khutbah. Khutbah terdiri dari dua bagian dan perlu didengarkan jemaah.

Untuk berkhutbah, khatib menggunakan teks khutbah. Ini dapat memudahkan untuk digunakan sebagai acuan atau membantu menyimpan pesan yang ingin disampaikan.

Teks Khutbah Jumat, 2 Januari 2026: Awal Tahun Baru Masehi

Masyarakat Indonesia memperingati awal tahun baru Masehi pada 1 Januari 2026. Dalam rangka menyongsong tahun baru, terdapat tema khutbah Juma pada 2 Januari 2026 dengan membahas “Awal Tahun Baru Masehi”.

Bertepatan dengan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah, Rajab, umat Islam juga dapat menyikapi tahun baru dengan optimis dan semangat.

Berikut ini contoh teks khotbah Jumat, 2 Januari 2026 dengan tema “Awal Tahun Baru Masehi”:

Khotbah I

اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ بَلَغَنَا إِلَى الْعَامِ الْجَدِيْدِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ قَوْلُهُ السَّدِيْدُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Ma'asyiral mu'minin rahimakumullah,

Mari kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. Melalui kesempatan khutbah Jumat ini, khotib berpesan untuk diri sendiri maupun jemaah seluruhnya agar senantiasa menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Hari ini kita telah memasuki tahun yang baru Masehi, yaitu tahun 2026. Awal tahun selalu menjadi momen yang penuh makna.

Bukan sekadar pergantian angka di kalender, ini juga sebagai isyarat bahwa waktu terus berjalan. Usia kita semakin berkurang dan perjumpaan dengan Allah semakin dekat.

Tahun baru dapat kita rayakan dengan sebaik-baiknya, yakni dengan cara muhasabah atau introspeksi diri. Rasulullah saw dan para sahabat selalu mengingatkan pentingnya menilai diri sebelum kita dinilai oleh Allah di hari akhir.

Allah Swt. berfirman:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ۝١١

lahû mu‘aqqibâtum mim baini yadaihi wa min khalfihî yaḫfadhûnahû min amrillâh, innallâha lâ yughayyiru mâ biqaumin ḫattâ yughayyirû mâ bi'anfusihim, wa idzâ arâdallâhu biqaumin sû'an fa lâ maradda lah, wa mâ lahum min dûnihî miw wâl

Artinya:"Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia,".

Jemaah yang dirahmati Allah,

Perubahan diri menjadi kunci perubahan nasib. Jika ingin hidup lebih berkah, lebih damai, dan lebih sukses dunia dan akhirat, mulailah dengan perubahan pribadi serta memperbaiki diri.

Jadikan tahun baru sebagai momentum membenahi diri. Mulai dari hal-hal kecil, seperti memperbaiki niat, memperbaiki ucapan, dan memperbaiki pergaulan. Sebab, perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil.

Rasulullah saw. bersabda:

"Gunakan lima perkara sebelum lima perkara, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum fakirmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu” (HR Hakim).

Demikian khutbah singkat yang bisa khotib sampaikan. Semoga dapat membantu kita dalam meningkatkan ibadah kepada Allah Swt.

Mengakhiri isi khutbah pertama, khotib kembali menyampaikan pesan agar kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. hingga menjadi hamba yang berguna dan tidak lupa dengan Sang Pencipta.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khotbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ.

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait khotbah jumat dapat mengakses tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Khotbah Jumat

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo