tirto.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa lebih dari 100 orang korban demo aksi anarkis di Kota Surabaya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Saya memonitor yang berada di rumah sakit kan lebih dari 100," kata Khofifah di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2025).
Dia merinci, saat ini para korban dirawat di RS dr. Saiful Anwar dan RS dr. Soetomo, Jawa Timur. Khofifah menegaskan, para korban tidak akan dikenakan biaya apapun karena Pemprov Jawa Timur menanggung sepenuhnya biaya pengobatan para korban.
"Saya pastikan mereka semua di dalam pembiayaan Pemprov Jawa Timur karena dua-duanya juga RS-nya Pemprov Jatim, semua insyaallah dalam keadaan baik," ucap Khofifah.
Diketahui, Demo di Surabaya terjadi ricuh pada Jumat dan Sabtu lalu (28-29/8/2025). Perusakan, penjarahan, sampai pembakaran mewarnai aksi massa yang berlangsung selama dua hari. Deretan sepeda motor yang terparkir di sisi timur Gedung Grahadi sempat dibakar. Tidak hanya itu, kerusuhan pun sempat meluas dan tidak lagi terkonsentrasi di Grahadi.
Situasi Jumat (29/8/2025) malam makin mencekam dan tersebar di media sosial. Demo berlanjut keesokan harinya, Sabtu (30/8/2025).
Aksi massa di depan Polrestabes Surabaya juga berakhir ricuh. Aksi massa berujung dengan terbakarnya bangunan yang ada di barat Grahadi. Massa juga membakar pembatas jalan di depan Tunjungan Plaza. Selanjutnya, massa menjarah, merusak sampai membakar kantor Polsek Tegalsari.
Minggu dini hari sampai Senin ini, situasi lebih kondusif. Aparat TNI dan Polri telah memberlakukan patroli dalam skala besar.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































