tirto.id - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menyampaikan belasungkawa atas insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Dia pun berharap peristiwa itu dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pengelola pendidikan.
“Tentu saja kami prihatin dan ikut berduka cita atas peristiwa tersebut dan peristiwa ini harus menjadi sebuah pelajaran bagi semua pengelola pendidikan, baik agama maupun non-agama,” kata Muzani saat ditemui di Gedung BPK RI, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Lebih lanjut, dia menyebut konstruksi bangunan di dunia pendidikan harus menjadi prioritas. Dengan begitu, politikus Partai Gerindra ini mengaku mendorong pihak berwajib yakni kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Bahwa bangunan yang berstandar konstruksi juga sangat penting bagi keselamatan para siswa, para santri, para mahasiswa. Yang kedua, saya kira kami percaya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan dan pengusutan ini,” kata Muzani.
“Sehingga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran penting bagi para penyelenggara pendidikan,” imbuhnya.
Kemudian, pria yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Partai Gerindra ini pun menyebut Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, dan kementerian terkait tengah aktif mendalami kasus ambruknya Ponpes tersebut. Dia yakin apapun keputusan atau langkah berikutnya yang diambil nantinya adalah keputusan terbaik bagi seluruh pihak.
“Saya sudah lihat Menteri Agama dan kementerian terkait sudah melakukan berbagai macam kunjungan dan penyelidikan, misalnya. Saya percaya mudah-mudahan apa yang akan diputuskan oleh pihak yang berwenang akan menjadi keputusan yang terbaik,” ucap Muzani.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, menyatakan sebanyak 64 orang meninggal dari insiden ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, per Senin (6/10/2025). Sementara itu, sebanyak 104 orang dinyatakan selamat.
Dengan demikian, total ada 168 korban yang telah dievakuasi dari insiden tersebut. "Dari operasi rekap SAR yang kami laksanakan terakhir pukul 18.16 WIB, total korban yang terevakuasi sejumlah 168 orang. Di dalamnya, ada enam body part. Yang sudah dinyatakan meninggal dunia 64 orang, selamat 104 orang," ucap Syafii melalui siaran YouTube Basarnas Nasional, Senin (6/10/2025).
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































