Menuju konten utama

Ketua Kopdes Sinduadi Harap Proses Digitalisasi Berjalan Optimal

Ketua KDMP Sinduadi, Kabupaten Sleman, berharap ada pelatihan dan pendampingan untuk mengoptimalkan digitalisasi koperasi.

Ketua Kopdes Sinduadi Harap Proses Digitalisasi Berjalan Optimal
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sinduadi di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (FOTO/Dok. Tirto)

tirto.id - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sinduadi di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, bergairah menyambut babak baru dunia koperasi di Indonesia. Hal demikian terlihat dari optimisme Ketua KDMP Sinduadi, Kliwon Suherman, saat menyampaikan pandangannya mengenai program KDMP yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Suherman, KDMP adalah program yang tepat untuk membantu pemerintah dalam pengendalian masalah inflasi. “Jika semua KDMP berjalan lancar di setiap kelurahan, masalah harga seperti harga beras, minyak, dan gas bisa lebih dikendalikan,” ungkap Suherman, saat ditemui kontributor Tirto.id, Rabu (30/7).

Saat ini, KDMP Sinduadi memiliki 1.321 anggota dengan sembilan gerai unit usaha, meliputi jasa fotokopi, klinik, apotek, cold storage, gerai sembako, penjualan gas, jasa pengiriman lewat pos, penjualan pupuk, hingga unit simpan pinjam.

Di era digital seperti sekarang, Suherman menilai peran infrastruktur digital tak terbantahkan. Ia mencontohkan bagaimana transaksi non tunai atau QRIS memudahkan proses pembayaran di KDMP Sinduadi menjadi lebih praktis.

"QRIS itu membantu sekali, kadang-kadang untuk kembalian ada 500 rupiah, ada 200 rupiah, kami kesulitan. Misalkan pake QRIS kan praktis," kata Suherman.

Transaksi memanfaatkan teknologi digital adalah satu hal dan menginput barang ke sistem digital adalah hal lainnya. Suherman tak menampik jika mekanisme pencatatan stok opname barang di KDMP Sinduadi masih dilakukan secara manual. Ia pun berharap agar Dinas terkait memberikan pelatihan sehingga digitalisasi di KDMP Sinduadi berlangsung optimal.

Selain soal stok opname barang, Suherman juga punya target melakukan digitalisasi pada proses pendaftaran anggota dan rapat.

"Yang mendaftar baru-baru ini langsung terdaftar, keluar kartu anggotanya, nanti nomor dan tanggal masuknya itu masuk di komputer, terus nanti rapat-rapat bisa melalui daring, artinya sangat efisien," ucap Suherman.

Pantauan kontributor tirto.id di lokasi, saat ini KDMP Sinduadi memiliki tiga komputer yang sudah terhubung dengan Wifi. Suherman pun merinci, satu dari dua komputer merupakan aset dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sinduadi sebelum bertransformasi menjadi KDMP, sedangkan sisanya adalah dukungan dari salah satu bank pelat merah.

Kelak, ungkap Suherman, semua laporan pertanggungjawaban termasuk soal arus kas keuangan KDMP Sinduadi akan mengoptimalkan sistem IT.

Suherman mengaku beruntung lantaran KDMP Sinduadi memiliki SDM yang cukup andal dan memadai dalam berkontribusi dalam praktik digitalisasi. Ia berharap agar ada pelatihan dan pendampingan mengenai peningkatan kapasitas digital ke depan.

Omong-omong soal infrastruktur digital, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Sri Nurkyatsiwi, menyebut jika pihaknya masih terus berproses melakukan pemetaan untuk memastikan dukungan terhadap 438 KDMP di DIY.

“Terkait penyediaan infrastruktur digitalnya masih bertahap, teman-teman Kabupaten dan Kota melakukan pemetaan terhadap infrastruktur, kantornya pake apa, asetnya siapa, itu kami semua petakan,” kata Siwi saat dikonfirmasi kontributor tirto.id pada Rabu (30/7/2025).

Selaras dengan Suherman, Siwi menjelaskan bagaimana KDMP mampu menyelesaikan masalah rantai distribusi dan stabilisasi harga pangan.

“Koperasi Merah Putih ini kan bagaimana memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses dengan harga yang terjangkau, distribusi inilah yang disinergikan dengan lembaga-lembaga terkait,” ujar Siwi.

Program Koperasi Desa Merah Putih diluncurkan Prabowo Subianto di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7) lalu. 80 ribu KDMP diresmikan Prabowo di momen tersebut.

Prabowo menilai, dengan semangat gotong royong KDMP tak ubahnya seikat lidi. Jika dibiarkan sendiri-sendiri ia lemah, sedangkan saat dihimpun dalam satu ikatan yang sama ia melambangkan kekuatan kolektif rakyat.

“Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya bangsa yang lemah. Tapi kalau bersatu, mereka jadi kekuatan. Dari ekonomi lemah menjadi ekonomi yang kuat. Itulah konsep koperasi,” tegas Prabowo.

Baca juga artikel terkait KOPERASI atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Abdul Haris
Editor: Zulkifli Songyanan