Menuju konten utama

Kepala BPS Ungkap Alasan Format Desil DTSEN Diubah Jadi Rentang

Kepala BPS ungkap alasan tampilan desil kesejahteraan di DTSEN berubah menjadi rentang: data masih bersifat dinamis dan tengah dimutakhirkan.

Kepala BPS Ungkap Alasan Format Desil DTSEN Diubah Jadi Rentang
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) bersama Kepala Badan Pusat Stastistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti (kanan) menyampaikan paparan saat Rapat Koordinasi Nasional Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Jakarta, Selasa (8/7/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan perubahan format penggolongan kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sebelumnya, masyarakat dapat melihat secara spesifik angka desil saat mengecek status kesejahteraannya di situs DTSEN BPS. Kini, hasil pengecekan tersebut ditampilkan dalam bentuk rentang desil. Misalnya, masyarakat yang sebelumnya tercatat di desil 8 kini akan melihat keterangan rentang 6-10.

Menurut Amalia, perubahan dari angka desil menjadi rentang tersebut dilakukan seiring proses pemutakhiran data yang masih berlangsung melalui sensus dan bersifat dinamis.

"Terbukti setelah dimutakhirkan, sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Jadi kuncinya adalah pemutakhiran itu penting. Pemutakhiran data itu penting supaya sesuai dengan kondisi terkini dari masyarakat," ujar Amalia saat ditemui di kediaman dinas Ketua MPR RI, Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Karena itu, Amalia mengingatkan masyarakat agar tidak menolak ketika didatangi petugas BPS yang melakukan pendataan untuk keperluan pemutakhiran DTSEN.

Jika tak berekenan diwawancarai petugas sensus, masyarakat juga dapat mengisi data secara mandiri dengan kuesioner yang dapat diakses secara daring. "Jangan khawatir, data akan kami jaga kerahasiaannya dan juga kami jamin ini tidak ada kaitannya dengan pajak," tuturnya.

"Link-nya nanti bisa dimintakan kepada para petugas yang datang, supaya kalau ingin mengisi secara sendiri, tidak perlu ditanyakan oleh petugas, ada yang kita sebut dengan kuesioner online yang bisa dilakukan dan diisi secara mandiri," jelasnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana