Kenali Jenis Sakit Kepala, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Oleh: Rachma Dania - 13 September 2019
Dibaca Normal 3 menit
Ada lebih dari 150 jenis sakit kepala yang dibagi menjadi dua jenis yaitu sekunder dan primer. Kenali jenis, gejala dan pengobatan sakit kepala yang Anda rasakan.
tirto.id - Hampir setiap orang pernah mengalami sakit kepala, mulai dari sakit kepala ringan hingga berat dan tentu dapat mengganggu aktifitas. Di Indonesia sakit kepala kerap kali diartikan sebagai gejala dari masuk angin, padahal sakit kepala merupakan salah satu gejala penyakit dalam tubuh yang harus diterlusuri lebih lanjut.

Sakit kepala kadang dianggap sepele karena bisa hilang dengan sendirinya, maupun dibantu dengan obat penghilang rasa sakit. Tetapi kenyataannya sakit kepala tidak sesederhana itu, bahkan dilansir dari IHS Classification ICHD ada lebih dari 150 jenis sakit kepala yang selanjutnya dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu sekunder dan primer.

Sakit kepala primer dan contohnya

Seperti yang diwartakan Medical News Today sakit kepala primer merupakan sakit kepala yang disebabkan oleh reseptor nyeri yang terlalu aktif di kepala karena adanya aktivitas kimia yang terjadi di otak dan sekitarnya. Berikut beberapa jenisnya:

· Migrain

Seseorang yang menderita migrain biasanya akan merasakan satu sisi kepala yang berdenyut hebat. Orang yang mengalaminya bisa jadi dibarengi dengan bertambahnya sensitivitas cahaya, suara, dan bau. Tak tanya itu, pada saat migrain gejala lain seperti berkeringat, konsentrasi rendah, mual dan muntah, bahkan diare juga sering terjadi.

Dilansir dari situs NHS migrain dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti stres, gangguan tidur, perubahan hormon, telat makan, dehidrasi, alergi makanan atau obat, cahaya yang terang serta suara yang keras.

Sedangkan untuk penanganannya migrain bisa menggunakan obat maupun dengan cara alami seperti istirahat di tempat yang gelap dan tenang, taruh kantung es di kening dan juga minum air putih.

· Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala ini terasa seperti kepala yang sedang ditekan oleh benda tumpul pada kedua sisinya. Sakit kepala ini bisa memiliki gejala lain seperti kepala yang terasa berat dan mengakibatkan leher serta bahu terasa lemas. Bagian belakang mata yang tertekan serta sensitivitas terhadap suara dan cahaya.

Sakit kepala ini bisa terasa mulai dari 30 menit hingga beberapa jam kemudian. Sakit kepala ini dapat dipicu oleh dehidrasi, suara yang keras, kurang olah raga, jam tidur yang buruk, postur yang tidak bagus, terlambat makan, dan mata yang lelah.

Memperbaiki jam tidur, banyak berolah raga, memperbaiki postur tubuh, melakukan tes mata, serta mengurangi stres, kecemasan dan depresi bisa menyembuhkan sakit kepala tipe ini.

· Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster merupakan sakit kepala yang parah dan berulang, sakit kepala ini enam kali lebih banyak terjadi pada pria daripada perempuan. Sakit kepala ini digambarkan sebagai rasa sakit yang membakar dan menusuk di salah satu bagian mata, baik di belakang maupun disekitarnya.

Sakit kepala cluster biasanya dibarengi dengan mata yang berair, kelopak mata bengkak, hidung tersumbat, sensitivitas pada cahaya dan suara yang meningkat, serta perasaan gelisah.

Sakit kepala cluster biasanya terjadi secara mendadak dan bisa terjadi pada rentang waktu 15 menit hingga 3 jam. Untuk kasus tertentu orang dapat mengalami serangan hingga delapan hari.

Hingga saat ini penyebab dari sakit kepala ini belum diketahui, namun, sakit kepala cluster cenderung terjadi pada para perokok dan peminum alkohol. Sehingga diharapkan pada saat serangan penderita menghindari dua aktifitas tersebut.

· Sakit kepala kelelahan

Kelelahan yang disebabkan oleh latihan fisik berat seperti berlari, melompat dan angkat beban bisa mengakibatkan sakit kepala. Tak hanya kelelahan berolah raga, penggunaan fisik yang berlebihan karena hubungan seksual, maupun bersin dan batuk yang berlebihan juga bisa mengakibatkan sakit kepala tipe ini.

Sakit kepala biasanya berlangsung sebentar namun ada juga yang bertahan hingga 2 hari lamanya. Sakit kepala dirasakan berdeyut di seluruh kepala, orang yang memiliki riwayat keluarga yang memiliki sakit migrain dapat lebih mudah terkena sakit kepala tipe ini.

· Sakit kepala hipnik

Sakit kepala hipnik adalah kondisi langka yang biasanya dimulai untuk pertama kalinya pada usia 50-an, tetapi bisa dimulai lebih cepat. Sakit kepala ini juga dikenal sebagai "jam alarm" yang membangunkan penderitanya di malam hari.

Sakit kepala tipe ini dirasakan sebagai sakit kepala nyeri yang berdenyut ringan hingga sedang yang dirasakan kepada dua sisi kepala. Sakit ini biasanya dibarengi dengan mual dan sensitivitas telinga dan mata.

Hingga saat ini penyebab sakit kepala hipnik belum dipahami, dan belum ada pemicu yang diketahui.

Sakit kepala sekunder dan contohnya

Sakit kepala sekunder merupakan gejala dari penyakit lain, maupun bisa disebabkan oleh kondisi lain seperti luka pada kepala. Kondisi ini biasanya didasari oleh masalah kesehatan yang lebih serius.

· Penggunaan obat yang berlebihan (MOH)

Medication-overuse headache (MOH) kadang dikenal sebagai rebound headache, merupakan jenis paling umum dari sakit kepala sekunder. Hal ini ditandai dengan sakit kepala yang sering atau setiap hari dengan gejala yang mirip dengan sakit kepala tegang atau migrain.

Sakit kepala ini awalnya merespons obat penghilang rasa sakit tetapi kemudian terulang beberapa waktu kemudian. Dilansir dari IHS Classification ICHD sakit ini dapat diakibatkan dari meminum obat penghilang rasa sakit lebih dari 15 hari dalam sebulan. Obat yang bisa mengakibatkan MOH adalah opioid, asetaminofen, triptan, NSAID

· Sakit kepala sinusitis

Sakit kepala sinus disebabkan oleh sinusitis atau pembengkakan sinus, yang biasanya disebabkan oleh infeksi atau alergi.

Gejalanya terdiri atas nyeri tumpul, nyeri di sekitar mata, pipi, dan dahi. Rasa sakitnya bisa memburuk dengan gerakan atau tegang dan kadang-kadang bisa menyebar ke gigi dan rahang.

Sakit kepala ini biasanya disertai dengan keluarnya cairan hidung yang tebal berwarna hijau atau kuning. Gejala lain mungkin termasuk hidung tersumbat, demam, dan mual.

· Sakit kepala karena caffein

Sepeti yang dikutip dari Sciencedirect konsumsi kafein yang banyak perharinya yakni lebih dari 400 miligram (mg), atau sekitar 4 cangkir kopi terkadang dapat menyebabkan sakit kepala.

Pada orang yang mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein setiap hari selama lebih dari 2 minggu, maka bisa mengakibatkan sakit kepala yang bisa jadi mirip dengan migrain dan bisa dirasakan hingga 24 jam.

· Sakit kepala karena cidera kepala

Benjolan dan pukulan pada kepala biasanya dianggap sepele dan bisa hilang dengan obat penghilang rasa sakit. Namun, terkadang sakit kepala hasil dari cedera bisa dirasakan setelah cedera tersebut terjadi. Apabila sakitnya mirip dengan migrain atau sakit kepala tegang dan akan berlangsung lama maka ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Dikutip dari American Migraine Foundation sakit kepala pasca-trauma juga dapat berkembang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah cedera kepala dan membuatnya sulit untuk didiagnosis.


Baca juga artikel terkait SAKIT KEPALA atau tulisan menarik lainnya Rachma Dania
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Rachma Dania
Penulis: Rachma Dania
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight