Menuju konten utama

Kemhan Bentuk Tim Investigasi Kematian 5 Peserta Latsarmil KDMP

Kemhan belum mengarah pada proses hukum sebagaimana didorong sejumlah pihak, di antaranya Komnas HAM.

Kemhan Bentuk Tim Investigasi Kematian 5 Peserta Latsarmil KDMP
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan (tengah) bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (kiri) dan Sekjen Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo (kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Dalam rapat tersebut Pemerintah Indonesia dan Komisi I DPR sepakat untuk menerima hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpahankam) berupa kapal senilai 1,9 miliar yen dari Pemerintah Jepang. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) membentuk tim investigasi gabungan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menyelidiki penyebab meninggalnya lima peserta pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diproyeksikan menjadi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan mengatakan tim investigasi tersebut akan bertugas mengumpulkan data tambahan guna mengetahui penyebab pasti kematian para peserta sekaligus menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan pelatihan.

“Terkait dengan meninggalnya lima (peserta pelatihan SPPI) ini, kami juga sudah melaksanakan atau kami sudah membentuk tim investigasi. Ini adalah gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan. Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi,” kata Donny di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut Donny, investigasi juga akan menyoroti kasus gangguan paru-paru yang ditemukan pada peserta di Satuan Pendidikan (Satdik) Halim. Kemhan bersama Kemenkes, katanya, akan melakukan langkah pencegahan agar penularan penyakit tidak meluas.

“Termasuk juga yang kejadian di Halim terkait dengan paru-paru, ini juga karena ada penularan di sana, ini juga kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Donny mengatakan tim investigasi akan menelusuri proses seleksi kesehatan peserta di daerah, termasuk hasil pemeriksaan kesehatan sebelum mereka mengikuti pelatihan.

“Kami telusuri bagaimana dulu medical check-up-nya di daerah seperti apa, apakah ada data-data tambahan. Nah, itu dulu yang kami evaluasi menggunakan tim yang sudah kami bentuk bersama tim Kementerian Kesehatan,” katanya.

Meski demikian, Donny mengatakan Kemhan belum mengarah pada proses hukum sebagaimana didorong sejumlah pihak, di antaranya Komnas HAM. Saat ini, kata dia, pemerintah masih memprioritaskan investigasi internal.

“Kami belum mengarah ke sana (proses hukum) karena kami masih investigasi internal dulu,” ujarnya.

Donny menambahkan investigasi akan diselesaikan secepat mungkin karena hasilnya akan menjadi dasar evaluasi penyelenggaraan pelatihan yang masih berlangsung.

“Intinya, kami ingin secepatnya selesai karena hasil investigasi ini juga penting untuk kami gunakan bagaimana kami melaksanakan pendidikan yang ada saat ini,” kata Donny.

Baca juga artikel terkait KOPERASI MERAH PUTIH atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi