Menuju konten utama

Kementerian PU Tambah 5 Pompa Air untuk Atasi Banjir di Semarang

Kementerian PU berharap dalam satu hingga dua hari ke depan jalan nasional Kaligawe dapat kembali berfungsi secara normal.

Kementerian PU Tambah 5 Pompa Air untuk Atasi Banjir di Semarang
Foto udara sejumlah kendaraan melaju perlahan melewati banjir di jalur utama pantura Semarang-Surabaya, Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/10/2025).ANTARA FOTO/Aji Styawan/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menambah lima pompa air dengan kapasitas 27 meter kubik per detik atau sekitar 270 liter per detik untuk mengatasi banjir yang saat ini tengah terjadi di Semarang, Jawa Tengah.

Dengan demikian, hingga saat ini sudah ada 35 pompa air yang dikerahkan untuk mengurangi ketinggian genangan air di beberapa daerah di Semarang.

“Kemarin 30 (pompa), sekarang tambah 5. Kita tambah 5 kali 500 untuk yang di Sayung (Demak), karena kemarin kan belum turun,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, Dwi Purwantoro, kepada awak media usai media briefing di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2025).

Dengan tambahan pompa air ini, genangan air di Kolam Retensi Terboyo yang semula setinggi 1,8 meter per hari menyusut menjadi 1,4 meter per hari. Artinya, setiap hari tinggi genangan air di Kolam Retensi Terboyo dapat dikurangi hingga 40 sentimeter.

Jika penurunan ketinggian genangan air terus berlanjut, Dwi berharap dalam satu hingga dua hari ke depan jalan nasional Kaligawe dapat kembali berfungsi secara normal.

“Kemarin kan ada sedikit kendala di bagian hilir dari Kolam Retensi Terboyo. Sekarang sudah dibuka, jadi lebih cepat. Jadi, satu hari bisa turun antara 20-25 cm. Jadi, kita harapkan ya 1-2 hari ini sudah bisa kering dan Jalan Nasional Kaligawe-nya sudah bisa dijalani untuk kendaraan. Kemarin kendaraan besar sudah bisa, cuma kendaraan yang kecil-kecil saja yang sedan, yang belum,” tambahnya.

Meski begitu, Dwi mengakui hingga Jumat siang masih terdapat genangan air setinggi 40-60 sentimeter di tiga lokasi, yakni di sekitar Universitas Islam Sultan Agung (Unisula), Rumah Sakit (RS) Islam Sultan Agung, dan di depan Pabrik Polytron yang berada di Sayung, Demak.

“Masih khususnya yang di depan ini Unisula sama di RSI itu ada. Sama di Polytron. Variasi antara 40-60 cm (ketinggian genangan), tapi itu cuma ada di tiga lokasi saja. Di RSI, sama di Unisula, sama di depan Polytron,” tuturnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Menteri PU Dody Hanggodo mengajak para pemimpin daerah untuk bekerja sama menyelesaikan permasalahan banjir, baik yang terjadi di Semarang maupun di Jakarta. Menurutnya, untuk jangka panjang, kebijakan gubernur, wali kota, hingga bupati terkait pengelolaan kawasan sungai menjadi solusi utama.

“Peran gubernur, bupati, wali kota sangat-sangat esensial agar urusan banjir ini bisa kita selesaikan sama-sama, karena nggak mungkin saya sendiri menyelesaikan itu,” ucap Dody.

Baca juga artikel terkait KEMENTERIAN PUPR atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana