tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) RI berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya dengan mengoperasikan dua dapur umum yang menyediakan makanan bagi warga di lokasi pengungsian.
“Kami sudah mendirikan dua dapur umum di Kabupaten Sikka. Ada dapur umum komunal di GOR Samador dan satu dapur umum mandiri di Yayasan Seminari BSB,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Kedua dapur umum tersebut mulai melayani warga sejak 16 Agustus 2026. Hingga Rabu (19/8) kemarin, keduanya sudah menyediakan 12.700 porsi nasi bungkus bagi warga, terutama yang berada di tempat pengungsian.
Dapur Umum Komunal GOR Samador memproduksi 1.500 porsi pada 16 Agustus, kemudian masing-masing 4.700 porsi pada 17 dan 18 Agustus. Sementara itu, Dapur Umum Mandiri di Yayasan Seminari BSB memproduksi masing-masing 900 porsi pada 18 dan 19 Agustus kemarin.
“Bukan hanya makanan, dapur umum Kemensos juga memastikan kebutuhan dasar lain di pengungsian seperti toilet dan penerangan terpenuhi,” tambah Gus Ipul.
Selain menyediakan makanan, Kemensos menyalurkan bantuan kepada Yayasan Societas of Socialis di Desa Waturia, Kecamatan Magepanda. Kemensos juga mengirimkan bahan natura untuk mendukung operasional Dapur Umum Mandiri Yayasan Seminari BSB.
Dukungan fasilitas dasar turut diberikan melalui pemasangan pipa air limbah toilet, instalasi listrik di tenda pengungsian dan dapur umum, serta lampu penerangan jalan di area lokasi pengungsian GOR Samador. Kemensos juga memberikan layanan dukungan psikososial bagi warga terdampak gempa di Sikka.
Banyak penyintas di Sikka kini masih menempati sejumlah lokasi pengungsian, baik secara komunal maupun mandiri.
Sementara itu, verifikasi data korban dan kerusakan bangunan masih terus dilakukan oleh tim Kemensos bersama sejumlah pihak terkait.
Kemensos mengimbau warga tetap waspada dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan. Masyarakat juga diminta menghindari penyebaran informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta merujuk pada informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai perkembangan gempa susulan.
Penanganan bencana di Sikka dilakukan oleh Kemensos bersama sejumlah pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Basarnas, BMKG, Dinas Sosial Provinsi NTT dan Dinsos Sikka, BPBD NTT dan BPBD Sikka, TNI-Polri, Tagana Sikka dan Tagana Flores Timur, serta relawan dan unsur terkait lainnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































