Menuju konten utama

Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Donggala

Kemensos telah mengirimkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan darurat warga di wilayah tedampak banjir bandang Donggala.

Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Donggala
Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik senilai Rp246 juta kepada korban banjir bandang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. FOTO/dok.Kemensos

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) segera bertindak merespons banjir bandang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Sehari setelah bencana itu terjadi pada Selasa (27/5) sore lalu, Kemensos mengirimkan bantuan logistik bagi korban banjir Donggala. Pengiriman bantuan logistik senilai Rp246 juta itu dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Kemensos di Sulteng, yakni Sentra Nipotowe Palu.

"Kemensos telah menyalurkan bantuan darurat untuk korban bencana banjir di Donggala, pada hari ini bantuan dikirim melalui Sentra Nipotowe Palu. Kami pastikan kebutuhan dasar warga terdampak segera terpenuhi," kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), pada Rabu (28/5/2025).

Bantuan logistik dari Kemensos untuk para korban banjir Donggala dikirim untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

Daftar bantuan itu terdiri dari 500 paket makanan siap saji, 500 paket makanan anak, 100 paket perlengkapan keluarga (family kit), 50 paket pakaian anak (kids ware), 100 kasur, 100 selimut, 100 tenda gulung, serta 5 unit tenda keluarga portable.

Pengiriman bantuan ini dilakukan untuk merespons bencana banjir bandang di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Banjir bandang terjadi pada Selasa (27/5/2025), sekitar pukul pukul 15.30 WITA.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah kecamatan Tanantovea pada hari itu memicu luapan air sungai. Akibatnya banjir merendam permukiman warga dan merusak sejumlah fasilitas umum di Desa Wombo Kalonggo. Sekitar 50 rumah dilaporkan terendam.

Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 300 keluarga terdampak, dengan sekitar 100 di antaranya secara mandiri mengungsi ke Desa Wambo Induk dan Desa Wambo Panau, yang masih berada di wilayah Kecamatan Tanantovea.

Bencana banjir bandang di Donggala ini mengakibatkan dua warga luka-luka dan dua orang lainnya masih dalam pencarian. Korban hilang atas nama Raho (55) dan Ramsia (60), yang tercatat sebagai warga Desa Wombo Kalonggo.

Tim gabungan dari Tagana, TNI, Polri, dan Dinas Sosial setempat saat ini terus melakukan pencarian warga yang masih hilang di wilayah terdampak.

Kemensos juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk melakukan asesmen cepat dan evakuasi warga. Koordinasi lintas-sektor terus dilakukan sebagai upaya penanggulangan bencana.

Seturut laporan terkini, banjir di Desa Wombo Kalonggo telah mulai surut. Namun, material lumpur dan batang pohon masih menumpuk di beberapa titik. Mayoritas warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan lingkungan.

Sementara itu, hujan intensitas sedang hingga tinggi masih terjadi di Donggala. Masyarakat setempat diimbau tetap siaga dan menghindari area rawan luapan air guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis