Menuju konten utama

Kemensos Perkuat Distribusi Bantuan ke Korban Gempa di Manggarai

Gus Ipul menyatakan Kemensos akan terus melanjutkan proses asesmen dan penjangkauan lanjutan, terutama di wilayah yang belum tersentuh bantuan. 

Kemensos Perkuat Distribusi Bantuan ke Korban Gempa di Manggarai
Pemerintah terus menyalurkan bantuan ke korban gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan dukungan layanan di sejumlah titik pengungsian. (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penanganan dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dioptimalkan oleh pemerintah. Hingga kini, Kementerian Sosial RI (Kemensos) masih melanjutkan penyaluran bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan distribusi bantuan serta penyediaan layanan untuk sejumlah lokasi pengungsian di Manggarai bakal terus dijalankan. Dia pun menegaskan komitmen pemerintah untuk menjangkau seluruh warga terdampak bencana.

"Kami terus bergerak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Dukungan bantuan terus dilakukan kepada mereka yang membutuhkan, terutama warga yang masih berada di pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau," kata Gus Ipul melalui keterangan tertulis pada Kamis (20/8/2026).

Manggarai termasuk salah satu daerah di NTT yang mengalami dampak berat akibat gempa pada 15 Agustus lalu. Hingga kini ribuan warga terdampak di daerah itu masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian.

Seturut data Kemensos RI, sejumlah titik pengungsian itu berada di Barang Kolong (1.524 jiwa), Golo Conggo dan Golo Sita (1.049 jiwa), Gereja Paroki Thomas Morus di Desa Robek (1.672 jiwa), dan SD Inpres Robo di Kecamatan Wae Ri’i (1.053 jiwa). Sebagian penyintas di Manggarai mengungsi secara mandiri di sekitar rumah masing-masing.

Hingga hari ini, Kemensos sudah menyalurkan bantuan 1.000 paket sembako dan lima ton beras reguler ke Manggarai. Santunan ahli waris juga telah diberikan kepada dua keluarga korban meninggal dunia akibat gempa di daerah ini.

Selama 17-19 Agustus, dapur umum Kemensos di Manggarai telah membagikan sebanyak 15.438 porsi makanan kepada warga terdampak.

Dapur umum di posko pengungsian Barang Kolong beroperasi dengan kapasitas produksi 3.048 porsi per hari untuk dua kali makan. Lalu, dapur umum di Posko Golo Conggo mampu menyediakan 2.098 porsi makanan per hari.

Untuk memperluas jangkauan bantuan makanan, satu dapur umum tambahan akan dibuka di Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai. Dapur tersebut dibentuk guna memenuhi kebutuhan makan 705 pengungsi.

Kemensos juga sudah menyalurkan sekaligus memasang tenda gulung untuk ditempati warga terdampak melalui penyisiran di sepanjang jalur Ruteng-Reok. Langkah ini menjadi bagian dari penyediaan tempat perlindungan sementara bagi pengungsi.

Selain itu, Kemensostelah mendirikan 34 unit tenda pengungsian di RSUD Ruteng, Posko Barang Kolong, Posko Golo Conggo, Bulog Ruteng, Puskesmas Nanu, Puskesmas Todo, Puskesmas Langke Majok, Puskesmas Wae Mbeling, Puskesmas Lao, Panti Nirmala, dan Dinas Sosial PMD.

Gus Ipul menyatakan, Kemensos akan melanjutkan pendataan ke sejumlah area terdampak yang belum terjangkau. "Kami juga akan terus melakukan asesmen dan penjangkauan lanjutan di wilayah terdampak yang belum tersentuh bantuan," tambah dia.

Berdasarkan laporan hingga 19 Agustus 2026, gempa NTT berdampak terhadap 14.945 keluarga atau 56.057 jiwa di Manggarai. Sebanyak 26 orang meninggal dunia, 32 orang mengalami luka berat, dan 104 orang luka ringan. Kerusakan dialami 13.036 rumah, terdiri atas 5.265 rumah rusak berat, 3.774 rumah rusak sedang, dan 3.997 rumah rusak ringan.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis