Menuju konten utama

Kemensos Penuhi Kebutuhan Dasar Ribuan Korban Gempa di Nagekeo

Kemensos mengoperasikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik guna memenuhi kebutuhan dasar ribuan warga korban gempa di Nagekeo, NTT.

Kemensos Penuhi Kebutuhan Dasar Ribuan Korban Gempa di Nagekeo
Kemensos membuka dapur umum dan suplai logistik di Nagekeo. (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) terus mendampingi warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan Kemensos kini memusatkan perhatian pada pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas selama masa tanggap darurat.

"Sekarang kita konsentrasi pada kebutuhan warga. Mereka yang masih mengungsi harus bisa makan, punya tempat berlindung yang layak, dan kebutuhan sehari-harinya tersedia. Tim di lapangan terus melihat apa yang masih kurang, itu yang kita tindak lanjuti,” kata Gus Ipul.

Sampai Rabu (19/8/2026) kemarin, petugas Kemensos masih bersiaga melayani pengungsi, menyalurkan bantuan, menjalankan dapur umum, sekaligus mendata kebutuhan warga di Kabupaten Nagekeo.

Wilayah yang dijangkau Kemensos mencakup tujuh kecamatan di Nagekeo, yakni Boawae, Mauponggo, Keo Tengah, Wolowae, Aesesa, Aesesa Selatan, dan Nangaroro.

Guna memenuhi kebutuhan pangan pengungsi, dapur umum Kemensos di Lapangan Kantor Kapet, Kecamatan Aesesa, beroperasi sejak 17 Agustus 2026. Kapasitas produksi dapur ini terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan warga di lokasi pengungsian.

Pada hari pertama, dapur umum tersebut menyiapkan 1.000 porsi makanan dan bertambah menjadi 3.000 porsi pada 18 Agustus. Jumlah makanan yang disediakan meningkat kembali menjadi 4.000 porsi untuk dua kali makan pada 19 Agustus. Dalam tiga hari, dapur umum Kemensos di Aesesa sudah menyediakan total 8.000 porsi makanan bagi warga terdampak.

"Jumlah makanan yang disiapkan tentu mengikuti kebutuhan warga. Karena itu, teman-teman yang mengelola dapur umum terus berkoordinasi dengan petugas yang melakukan pendataan. Jangan sampai ada warga yang membutuhkan tetapi belum terlayani," ujar Gus Ipul.

Kemensos juga terus mendistribusikan bantuan logistik kedaruratan ke Kabupaten Nagekeo. Melalui Sentra Efata Kupang, Kemensos telah mengirim bantuan senilai Rp475.102.995 ke daerah tersebut.

Bantuan Kemensos mencakup 206 paket makanan anak, 150 paket family kit, 150 paket kids ware, 213 lembar kasur, 300 lembar selimut, 200 lembar tenda gulung, 101 velbed, 60 paket sandang dewasa, empat unit tenda keluarga, dan dua unit tenda serbaguna.

Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga tanpa menunggu semua bantuan logistik tiba dari gudang, Kemensos melakukan pengadaan langsung sebanyak 500 paket sembako.

Berdasarkan data sementara per 19 Agustus, sebanyak 3.042 keluarga atau 12.170 warga di Nagekeo terkena dampak bencana ini.

Lokasi ribuan warga terdampak gempa tersebar di Kecamatan Boawae (274 KK atau 1.379 jiwa), Mauponggo (1.268 KK atau 4.229 jiwa), Keo Tengah (456 KK atau 1.437 jiwa), serta Wolowae (196 KK atau 739 jiwa). Selain itu di Aesesa (4.386 jiwa), Nangaroro (1.759 jiwa), dan Aesesa Selatan (970 jiwa).

Ribuan penyintas di Nagekeo hingga saat ini masih mengungsi, baik secara berkelompok maupun mandiri. Di Kecamatan Aesesa, lokasi pengungsian tersebar di Desa Anakoli, Lape, Dadiwuwu, Malaruma, serta di sepanjang Jalan Desa Aelape hingga SDLB. Sebagian warga juga memilih mendirikan tenda secara mandiri di sekitar rumah.

Gempa turut merusak ribuan rumah warga di Nagekeo. Data sementara menunjukkan ada 4.829 rumah terdampak. Rinciannya: 1.702 rumah rusak berat, 560 rumah rusak sedang, dan 2.567 rumah rusak ringan.

Sebanyak 110 fasilitas umum di Nagekeo juga mengalami kerusakan, meliputi 85 fasilitas pendidikan, delapan fasilitas kesehatan, dan 17 tempat ibadah. Data kerusakan ini masih terus dimutakhirkan seiring berjalannya asesmen di wilayah terdampak.

Hingga 19 Agustus, enam warga di Kabupaten Nagekeo dilaporkan meninggal dunia akibat gempa. Kemensos bersama pemerintah daerah setempat masih melanjutkan verifikasi dan validasi data korban meninggal dunia maupun korban luka.

Setelah proses verifikasi dan validasi tuntas, Kemensos akan menyalurkan dana santunan Rp15 juta kepada ahli waris setiap korban meninggal.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Untuk korban meninggal, setelah datanya terverifikasi, ahli waris akan mendapatkan santunan. Kami akan upayakan prosesnya segera dengan data yang sudah diverifikasi," kata Gus Ipul.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis