tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik bagi korban gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, Masryani Mansyur (Cece), mengatakan bantuan segera dikirim atas instruksi Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
"Kami langsung diinstruksikan Pak Menteri secepatnya menyalurkan bantuan Kemensos untuk penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Flores Timur. Bantuan dikirim dari Gudang Sentra Effata Kupang, NTT pada Senin, 13 April 2026, ke Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur," kata dia melalui keterangan tertulis pada Senin (13/4/2026).
Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi pada Rabu (8/4/2026) dini hari, pukul 23.17 WIB. Pusat gempa tersebut berada sekitar 22 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 10 kilometer.
Wilayah terdampak gempa meliputi Desa Terong, Lamahala Jaya, Motonwutun, Watobuku, Dawataa, Kelurahan Waiwerang Kota, Desa Ipi Ebang, dan Karing Lamalouk. Sekitar 1.309 warga dilaporkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman setelah gempa terjadi.
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Kemensos menyalurkan berbagai bantuan, antara lain 600 paket makanan siap saji, 400 paket makanan anak, 500 paket lauk siap saji, 100 buah kasur, 100 lembar selimut, 104 paket perlengkapan anak, serta 100 family kit.
Bantuan Kemensos lainnya berupa 94 paket sandang anak, 100 paket sandang dewasa, 100 tenda gulung, dan dua tenda serbaguna.
Kemensos juga mendirikan tenda darurat dan tenda keluarga di sejumlah titik yang mudah dijangkau oleh warga dan areanya relatif terbuka.
"Lokasi dipilih di area terbuka yang bebas dari potensi bahaya gempa susulan atau longsor," ujar Cece.
Dia menambahkan, Kemensos bersama tim gabungan sudah memulai proses asesmen dan pendataan terhadap warga terdampak. Kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta kondisi sosial masyarakat, juga dipantau.
Ada pula tim medis yang dikerahkan untuk menangani korban luka ringan dan memantau kondisi kesehatan para pengungsi. Pendampingan psikososial seperti trauma healing pun diberikan, khususnya bagi anak-anak.
"Tim gabungan terdiri dari dinas terkait, BPBD, TNI, Polri, masih aktif di lapangan untuk mendirikan tenda darurat, mendistribusikan logistik, dan memantau situasi," kata Cece.
"Secara umum, situasi mulai terkendali, namun proses pemulihan masih membutuhkan waktu, terutama dalam hal perbaikan rumah dan pemulihan kondisi mental warga," tambahnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































