tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjalin kerja sama dalam pelaksanaan program deradikalisasi melalui layanan rehabilitasi sosial, pendampingan, dan reintegrasi sosial bagi penerima manfaat.
Penguatan kerja sama tersebut menjadi agenda dalam pertemuan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Kepala BNPT RI, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, di Sentra Handayani, Jakarta Timur, Senin (27/7/2026).
Pertemuan ini turut dihadiri Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, beserta jajaran kedua instansi.
Gus Ipul mengatakan hubungan kerja antara Kemensos dan BNPT telah berlangsung lama. Dalam skema ini, BNPT berperan sebagai koordinator, sementara Kemensos memberi dukungan melalui layanan rehabilitasi sosial di sentra-sentra yang ada.
"Sejak lama kita bekerja sama. BNPT menjadi imamnya, kami beserta jajaran Kementerian Sosial menjadi pendukung agar program tersebut berjalan dengan baik," ujar Gus Ipul.
Ia mengatakan, Kemensos bersama BNPT dan kementerian/lembaga terkait mendampingi penerima manfaat selama proses rehabilitasi agar siap kembali berfungsi sosial di lingkungan keluarga dan masyarakat.
"Saya berterima kasih kepada Pak Eddy dan teman-teman yang telah memberikan pendampingan yang baik kepada penerima manfaat yang berada di sentra-sentra Kementerian Sosial. Sehingga penerima manfaat dari berbagai latar belakang bisa dilakukan rehabilitasi dan akhirnya dilakukan pemberdayaan kembali ke keluarga masing-masing. Hidup secara mandiri, bergaul bersama masyarakat sekitar," kata Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, peserta yang direkomendasikan BNPT menjalani pembinaan di sentra Kemensos. Selama berada di sentra, mereka mendapat pendampingan psikososial, rehabilitasi medis, serta program pemberdayaan hingga siap kembali ke masyarakat.
"Setelah di sini kita lakukan rehabilitasi, ada layanan psikososial, ada layanan rehabilitasi medis, ada juga pemberdayaan. Sampai nanti ujungnya adalah reintegrasi, bagaimana bisa kembali ke lingkungan masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNPT RI, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan kolaborasi dengan Kemensos merupakan implementasi Asta Cita Presiden yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
"Kolaborasi ini merupakan amanat Asta Cita Bapak Presiden yang dituangkan dalam RPJMN 2025-2029. Salah satunya melalui sinergi instrumen pertahanan dan keamanan untuk melakukan pencegahan," kata Eddy.
Menurutnya, Kemensos memiliki peran strategis dalam mendukung program deradikalisasi, terutama pada tahapan rehabilitasi sosial dan reintegrasi penerima manfaat.
"Hari ini kami berkolaborasi dengan Kementerian Sosial karena Kementerian Sosial cukup strategis perannya. Kita lakukan pembinaan mulai dari tahapan identifikasi, rehabilitasi, reedukasi sampai rehabilitasi sosial," ujarnya.
Eddy menambahkan, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola penyebaran paham radikal yang kini semakin banyak memanfaatkan ruang digital. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pencegahan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
"Kami mengeluarkan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. Arahan Bapak Presiden adalah sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan deradikalisasi," katanya.
Usai pertemuan, Gus Ipul dan Eddy beserta jajaran meninjau layanan rehabilitasi sosial di Sentra Handayani sebagai bagian dari penguatan kerja sama kedua lembaga.
Turut hadir mendampingi Menteri Sosial, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Supomo; Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Hasim; Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kahono Agung Suhartoyo; Direktur TSKPO, Rachmat Koesnadi; dan Kepala Sentra Handayani, Hasyim Cholil.
Sementara dari BNPT hadir Deputi Bidang Deradikalisasi Irjen Pol. Arif Makhfudiharto, Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisasi Mayjen TNI Sudaryanto, serta Direktur Bina Orang dan Kelompok Terpapar Brigjen Pol. Iwan Ristiyanto.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































