Menuju konten utama

Kemenkes Percepat Pemulihan RSUD Terdampak Bencana Sumatra

Kemenkes menargetkan sejumlah layanan dasar di RSUD terdampak dapat mulai beroperasi kembali secara bertahap dalam waktu dekat.

Kemenkes Percepat Pemulihan RSUD Terdampak Bencana Sumatra
Foto udara kerusakan rumah warga pasca diterjang banjir bandang di Desa Kota Lintang, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/11/2025). Bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11) berdampak rusaknya ribuan rumah, hilangnya harta benda, jalan lintas nasional terendam, 215.652 jiwa dari 53.835 kepala keluarga terpaksa mengungsi dan 39 orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.

tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat perbaikan atau pemulihan layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terdampak banjir bandang-tanah longsor di di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Fokus utama pemerintah adalah memastikan fasilitas kesehatan kembali berfungsi secepat mungkin.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, mengatakan proses pembersihan RSUD Aceh Tamiang berlangsung intensif, dengan dukungan TNI dan Dinas Pemadam Kebakaran. Pembersihan dilakukan di area Instalasi Gawat Darurat (IG), dilanjutkan ke gedung hemodialisa dan poliklinik. Gudang farmasi di lantai dua juga dipastikan aman, serta stok obat disebut masih mencukupi.

Sumarjaya menegaskan langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah memulihkan layanan kesehatan sesegera mungkin.

“Prioritas kami adalah membersihkan, memperbaiki, dan menghidupkan kembali layanan dasar di setiap RSUD. Tim Kemenkes bekerja tanpa henti di lapangan agar pelayanan dapat pulih secepatnya,” ujar Sumarjaya dalam keterangan resmi yang diterima Tirto, Selasa (9/12/2025).

Lebih lanjut, untuk menopang operasional dasar, Sumarjaya menyebut rumah sakit telah menerima genset 66.000 watt yang kini berfungsi, serta satu genset tambahan 100.000 watt, yang disiagakan. Tim Teknis RS Kemenkes Adam Malik juga tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh alat kesehatan.

Sementara itu, percepatan dukungan logistik juga dilakukan untuk RSUD Datu Beru Takengon. Sumarjaya menyebut genset 250 kWh didrop melalui helikopter Sikorsky di Lapangan Udara Sultan Iskandar Muda, sebelum dikirim ke lokasi.

PLN memastikan instalasi listrik segera dilakukan karena sebagian area sekitar RSUD telah kembali mendapat pasokan listrik. Lalu, Sumarjaya juga menyebut PLN mengirim dua genset tambahan, antara lain 250.000 watt untuk RSUD Datu Beru dan 100.000 watt untuk RSUD Muyang Kute di Kabupaten Bener Meriah. Pengiriman dipercepat melalui dukungan udara TNI AU.

Dengan demikian, dia menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor.

“Kami berterima kasih atas respons cepat Dirut PLN dan KSAU yang langsung mengirimkan genset, helikopter, serta pesawat angkut. Kolaborasi ini sangat membantu percepatan pemulihan,” kata Sumarjaya.

Sumarjaya menambahkan bahwa pemeriksaan alat kesehatan dan sterilisasi ruang perawatan menjadi tahapan krusial sebelum operasional dibuka kembali.

“Kami ingin memastikan begitu RSUD dibuka, semua fasilitas dalam kondisi aman, bersih, dan layak bagi pasien,” tegasnya.

Dengan percepatan ini, Sumarjaya menyampaikan Kemenkes menargetkan sejumlah layanan dasar di RSUD terdampak dapat mulai beroperasi kembali secara bertahap dalam waktu dekat.

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Farida Susanty