tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tren penurunan kasus campak di Indonesia. Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menyebut jumlah kasus campak turun menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.
“Pada minggu pertama ya jumlah kasus campak 2.220 dan kita bandingkan pada minggu ke-13 itu sudah tinggal 195 kasus campak ya. Jadi, kita bisa lihat di sini bahwa bagaimana penurunan dari minggu per minggu,” kata Andi, dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Jumat (10/4/2026).
Andi menyebut penurunan kasus terjadi di berbagai provinsi yang sebelumnya memiliki angka kasus tertinggi campak seperti di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan. Selain itu, penurunan juga terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, hingga wilayah timur seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.
Meski terjadi penurunan, Andi menyebut masyarakat harus tetap waspada terutama di daerah yang sebelumnya mencatat lonjakan kasus.
“Nah untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat ini aglomerasi yang kita harus waspadai kita awasi dan antisipasi waspada yakni ada di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu. Dan alhamdulillah sudah menurun juga kasusnya,” bebernya.
Kemenkes juga melaporkan peningkatan pelaksanaan outbreak response immunization (ORI) di berbagai daerah. Capaian ORI dilaporkan meningkat terutama di wilayah dengan kasus tinggi seperti Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang.
Selain itu, capaian imunisasi juga tinggi di Kabupaten Bima, Kota Palembang, Jakarta Barat, Depok, dan Palu.
“Kemudian, Kabupaten Bima juga ya Kabupaten Bima contohnya sudah 80,8% kemudian Kota Palembang, Kota Jakarta Barat, Kota Depok maupun Kota Palu," katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































