tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin campak kepada para tenaga medis dan tenaga kesehatan. Vaksinasi akan dilakukan untuk mengurangi potensi penularan campak terhadap kelompok rentan tersebut.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyebut bahwa meski umumnya terjadi pada balita dan anak, data menunjukkan 8 persen kasus campak terjadi pada orang dewasa. Bahkan, terdapat satu kasus meninggal dunia akibat campak yang dialami orang dewasa.
"Apakah ada rencana vaksinasi? Ya betul, kita akan mengarah ke sana. Dan secara cepat kami juga siapkan analisis daripada uji vaksinnya, uji klinisnya, terkait dengan program vaksin yang digunakan saat ini," kata Andi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenkes, Senin (30/3/2026).
Andi menjelaskan pada umumnya, setiap orang yang telah menerima imunisasi campak dan rubella dua akan memiliki perlindungan optimal. Namun, ada kondisi lain yang dapat mempengaruhi, seperti imunitas yang rendah.
Andi juga menjelaskan kasus campak selama 2026 di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan hingga 93 persen. Pada minggu ke-1 2026, terdapat 2.932 suspek campak dan 2.220 kasus konfirmasi laboratorium serta klinis. Katanya, data hingga minggu ke-12 menunjukkan penurunan bertahap, hanya menyisakan 211 suspek.
Kata Andi, dengan data tersebut, penanganan campak di Indonesia menunjukkan progres yang positif. Namun, dia memastikan Kemenkes akan tetap melakukan penanganan agar kasus campak dapat terus menurun.
Sebagai informasi, terdapat satu kasus meninggal dunia akibat campak pada orang dewasa. Hal ini, dialami oleh Dokter muda berinisial AMW yang merupakan dokter intrenship di RSUD Pagelaran.
Dia dinyatakan meninggal akibat campak dengan gangguan otak dan jantung. Sebelum meninggal, AMW sempat mengalami penurunan kesadaran dan sejumlah gejala lain.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





























