Menuju konten utama

Kemenkes: Anak Bergejala Campak Sebaiknya Absen Sekolah

Kemenkes juga mengingatkan peran guru dalam mendeteksi dini gejala campak pada siswa di sekolah.

Kemenkes: Anak Bergejala Campak Sebaiknya Absen Sekolah
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin campak kepada anak saat imunisasi campak massal gratis di kawasan Wanasari, Denpasar, Bali, Rabu (8/10/2025). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/bar

tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta agar orang tua rutin memeriksa kondisi kesehatan anak, khususnya mereka dalam usia sekolah. Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menyebut anak yang menunjukkan gejala campak sebaiknya tidak masuk sekolah hingga benar-benar sembuh.

“Penting bagi keluarga, khususnya orang tua, untuk selalu mengecek kondisi kesehatan anak-anak kita. Termasuk, anak-anak yang bersekolah. Jika ada gejala demam, kemudian batuk, sebaiknya tidak perlu masuk ke sekolah,” ujar Andi dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Jumat (10/4/2026).

Menurut Andi, anak yang memiliki gejala harus dipastikan mendapatkan penanganan intensif di fasilitas kesehatan hingga benar-benar sembuh. Setelah itu, baru kembali melakukan proses pembelajaran di sekolah.

Andi menjelaskan virus campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Dia menyebut angka reproduksi dasar (R0) campak berada di kisaran 12 hingga 18—artinya, satu orang penderita dapat menularkan virus ke 12 sampai 18 orang lain.

“Bisa dibayangkan jika anak tersebut kena campak, kemudian masuk sekolah. Teman-temannya juga akan tertular secara cepat.” katanya.

Kemenkes juga mengingatkan peran guru dalam mendeteksi dini gejala campak pada siswa di sekolah. Termasuk, pentingnya isolasi mandiri bagi anak yang terinfeksi campak untuk memutus rantai penularan.

"Tetapi, yang paling penting adalah segera memastikan anak murid yang terkena campak ini dirumahkan saja, tidak perlu sekolah dulu. Nanti sembuh baru sekolah supaya penularan berhenti,” katanya.

Selain pencegahan di lingkungan sekolah, Kemenkes juga mendorong pelaksanaan imunisasi di wilayah dengan kasus tinggi.

Baca juga artikel terkait CAMPAK atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi